SEKITAR KITA
Bonek Gelar Vaksinasi untuk Warga Bonek dan Bonita di Surabaya

Memontum Surabaya– Bonek Wani Vaksin Gelar Vaksinasi Massal tahap 1 untuk 1.000 warga Bonek dan Bonita di Surabaya. Acara itu dilaksanakan di Warkop Pitulikur Jalan Bagong Tambangan Nomor 32, Surabaya, tepat Perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (17/08).
Pelaksanaan ini juga ditinjau langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berserta Forkompinda Jatim Dan Farkompimda Kota Surabaya.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Selain itu pelaksanaan Bonek Wani Vaksin ini kerjasama Polda Jawa Timur dengan Bonek dan Bonita.
“Polda Jatim sementara memberikan vaksin sebanyak 1.000 kuota. Dengan cara pendaftaran online, melalui google flat from kita sebarkan ke teman-teman bonek untuk masyarakat umum yang mendapatkan vaksin,” kata koordinator Bonek Green Nord 27, Husain Ghozali alias Cak Conk, Selasa, (17/08) tadi.
Sementara itu, melihat antusias para Bonek dan Bonita, sejak pagi, tampak antusias mengikuti pelaksanaan vaksinasi. Mereka tampak datang tepat waktu.
Menariknya, dengan semangat perjuangan menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI, untuk mengikuti vaksini ‘Bonek Wani Vaksin’ para Bonek dan Bonita wajib mengenakan atribut kebanggan Persebaya.
Atribut tersebut, digunakan mulai dari kaos, topi, syal, dan atribut kebanggan Persebaya lainnya.
Selain itu, Cak Conk mengungkapkan, alhamdulilah karena acara vaksinasi ‘Bonek Wani Vaksin’ ini terlaksana tanpa kendala suatu apapun karena kerjasama yang baik.
“Kita senang karena teman-teman Bonek sangat antusias, apalagi di masa pandemi ini vaksin sangat dibutuhkan oleh teman-teman Bonek,” ujarnya.
Namun, Cak Conk yang mengaku, bahwa dia sempat dipaido (dihina) oleh Bonek dan Bonita lainnya, lantaran hanya membuka 1.000 kuota calon peserta vaksin.
“Seribu itu saya juga dipaido (dihina) arek-arek, kok cuma seribu, padahal bonek itu lebih dari seribu,” ungkapnya.
Sebab itu, Cak Conk sebenarnya mengkhawatirkan bahwa 1.000 kuota ditempatkan di warkop, dapat menimbulkan kerumunan.
“Ternyata kita bisa mengatasi dengan cara kita buatkan jadwal, kita kasih undangan yang terjadwal jam sekian, dibagi pergelombang 200 orang, ternyata sangat mudah dan tidak menimbulkan kerumunan itu yang saya syukuri,”ungkapnya.
Lanjutnya dia berharap, kepada jajaran Forkompimda dan Wali Kota yang sudah hadir dan pihak terkait penyelenggara vaksinasi bisa mewadahi Bonek dan Bonita lainnya.
“Ini tugas dan peran kita semua, bukan hanya bonek sendiri tapi jajaran TNI/Polri dan Pemerintah, agar ini teman-teman lainnya bisa mendapatkan vaksin dengan mudah,” katanya.
Pada pelaksanaan vaksinasi untuk Bonek dan Bonita ini, Cak Conk juga menyebut, para Bonek dan Bonita datang sesuai jadwal yang telah dibuat.
“Kita terjadwal, jadi mereka datang berdasarkan jadwal waktu yang kita buat. Semoga para pihak terkait bisa mengadakan lagi untuk teman-teman yang belum tervaksin juga. Kedepannya agar kita bisa ke stadion,” harapnya.
Sementara itu, salah satu peserta vaksin Bonita, Edza, mengaku bersyukur bisa mengikuti vaksinasi yang digelar oleh Polda Jawa Timur dan Bonek maupun Bonita.
“Karena saya belum vaksin, lebih mudah untuk pendaftaran juga karena tidak perlu antri,” ujarnya. (ade/ed2)
















