Pemerintahan
Bupati Malang Tandatangani Komitmen bersama Program Satu Rekening Satu Pelajar

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, melakukan tandatangan komitmen bersama untuk program satu rekening satu pelajar di Kabupaten Malang, dalam rangka penyaluran bantuan Pemkab Malang. Bantuan ini, rencananya ditujukan untuk pelajar SMP se-Kabupaten Malang. Penandatanganan komitmen ini, digelar di Pendopo Panji, Kecamatan Kepanjen, Jumat (27/08) tadi.
Tampak hadir dalam kegiatan ini, yakni Kepala OJK Malang, beberapa jajaran Kepala OPD Kabupaten Malang, serta dihadiri secara virtual oleh Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Malang. Dalam kegiatan ini, juga diserahkan bantuan berupa buku tabungan kepada perwakilan siswa SMP secara simbolis.
Baca juga:
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
Penyerahan buku tabungan ini, merupakan bentuk informasi kepada Bupati Malang, bahwa program ini tidak hanya pembukaan rekening. Namun, juga merupakan komitmen bersama dalam melakukan sosialisasi serta edukasi kepada sekolah dan pelajar.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah berkontribusi dan mengupayakan untuk mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar. Pada hari ini, kita bersama mewujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Malang, OJK Malang, serta lima bank penyalur yang meliputi Bank Jatim, BPR Artha Kanjuruhan, BRI, BNI dan Bank Mandiri. Semoga, komitmen dan sinergitas ini dapat menjadi langkah strategis yang mampu memberikan kontribusi positif dalam upaya membangun daerah, khususnya di Kabupaten Malang,” kata HM Sanusi.
Bupati Malang juga menambahkan, bahwa Pemkab Malang berharap TPAKD dapat mampu mendorong pemulihan ekonomi dan dapat bersinergi dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Dalam rangka memperkuat dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sesuai dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), kami akan berupaya mendorong dan mempercepat komitmen bersama melalui penerapan prinsip keuangan inklusif,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala OJK Malang, menyampaikan bahwa program satu rekening satu pelajar ini merupakan inisiasi dari program Dinas Pendidikan dalam rangka memberikan bantuan kepada sekolah yang di targetkan kepada siswa. Tujuannya, agar bisa memiliki rekening di perbankan sejak usia dini. (cw1/sit)
















