Connect with us

Kota Malang

Diterpa Tsunami Politik, 65.75 persen Partisipasi Pilkada Kota Malang

Diterbitkan

||

Diterpa Tsunami Politik, 65.75 persen Partisipasi Pilkada Kota Malang

Memontum Kota Malang – Pilkada Kota Malang 2018, sudah usai. KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Malang mampu mampu melaluinya dengan baik meskipun dalam Pilkada Kota Malang 2018, sempat diterjang stunami cukup hebat. Yakni dengan ditetetapkannya 2 calon Walikota Malang sebagai tersangka oleh KPK (Komisi Pembrantasan Korupsi) .

Begitu juga dengan beberapa anggota Dewan Kota Malang yang juga ditahan oleh KPU. Tentunya hal itu cukup memlengaruhi suhu politik di Kota Malang apalagi terjadinya menjelang Pilkada 2018.

Meskipun demikian, KPU Kota Malang dapat melalui Pilkada ini dengan lancar bahkan jumlah pemilih sudah mendekati target yakni 70 persen suara. Partisipasi masyarakat cukup besar dalam Pilkada 2018 yakni mencapai 65,75 persen. Tentunya Pilkada berjalan dengannsukses dan damai tidak luput dari kerjasama KPU dengan semua pihak termasuk masmedia yang memberikan informasi positif bagi masyarakat tentang pentingnya Pilkada.

Komisioner KPU Kota Malang Azhari Husain, dalam evaluasi KPU pada Kamis (9/8/2018) siang, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kepada media yang telah mensuport Pilkada dengan pemberitaan-pemberitaan yang positif.

“Pemberitaaan kegiatan-kegiatan yang berimbang terkait kegiatan calon peserta Pilkada. Peran media sangat besar. Kami apresiasi peran media. Tsunami poltik dampaknya luar biasa. Namun dengan suport semua pihak, cujup suksea menghadapi kendala yang ada,” ujar Azhari Husain.

Ketua PWI Malang Raya Ariful Huda , yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa KPU Kota Malang sudah melaksanakan Pilkada dengan baik.

“Mulai tahapan Pilkada sudah bisa dilaksanakan KPU dentan baik sesaui jadwal hingg tidak ada protes. Partisipasi pemilih 65 persen sudah terbilang cukup baik mrakipun ada fakta tsunami politik yang tidak terduga. Ketika KPU sudah tetapkan calon, kemudian dalam.perjalanannya ada 2 calon sebagai tersangka,” ujar Ariful.

Pihaknya mengapresiaai kinerja KPU Kota Malang yang sangat luar biasa. ” Sosialisasi KPU sudah cukup sukses. Komisioner bahu membahu hingga larut malam di kantor KPU. Kami apresiasi KPU luar biasa. Adanya kesadaran masyarakat Kota Malang terhadap suhu politik tidak mudah terprovokasi. Bergerak bersama untuk Kota Malang tetap aman da keaadaran tinggi untuk pembangunan Kota Malang sehingga tidak ada konflik dalam Pilkada 2018,” ujar Ariful. (gie/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.