Kota Malang
Jelang HUT Ke-108 Kota Malang, Ini Pesan yang Disampaikan Wali Kota Sutiaji

Memontum Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, menjelaskan bahwa makna Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang yang ke-108 pada 1 April 2022 mendatang, lebih kepada perenungan akan pengabdian kepada Kota Malang. Sehingga, di perayaan ulang tahun kali ini belum ada acara besar.
“Yang terpenting, makna ulang tahun adalah perenungan, mengabdi kepada negara dan masyarakat Kota Malang. Jangan hanya, semua karena jabatan semata,” jelas Wali Kota Sutiaji, saat dikonfirmasi, Kamis (24/03/2022) tadi.
Selain itu, menurutnya untuk rangkaian HUT Kota Malang di tahun 2022, belum maksimal dikarenakan tahun ini hingga 2023, masih menjadi starting point bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk meningkatkan perbaikan pelayanan kepada masyarakat. “Sudah dengan hati atau tidak, atau jangan-jangan hanya karena jabatan atau kedudukan saja. Itu eman (rugi, red), kita sudah payah-payah tapi itu perlu kita kuatkan terus. Sehingga, orang melayani akan berbasis pada ibadah,” lanjutnya.
Baca juga:
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Dirinya juga menambahkan, jika slogan Kota Malang, Malang Kucecwara, yang berarti kejahatan akan hancur dengan kebaikan. Dirinya menyampaikan, bahwa bekerjalah dengan hati dan keikhlasan, jangan hanya menginginkan pujian semata. Namun, akan mendapat pahala dari setiap pengabdian kita.
Sutiaji berharap, di tahun ini belum bisa ada acara besar. Itu karena, masih dibatasi. Semoga, di tahun 2023 mendatang bisa mengadakan acara untuk memaknai HUT Kota Malang.
“Tahun ini belum ada acara besar, karena masih dibatasi. Semoga, tahun depan bisa,” paparnya. (hms/cw2/sit)
















