Kabupaten Malang
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pangan Polres Malang Sidak Harga Sembako

Memontum Malang – Kapolres Malang, AKBP R. Bagoes Wibisono, melalui Kasat Reskrim, AKP Donny Kristian Bara’langi, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) stok dan harga Sembako di Pasar Singosari dan Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (16/11/2021).
Hal ini dilakukan, dalam rangkaian pemantauan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, serta mengecek permintaan Sembako dari pembeli maupun konsumen, yang mengalami peningkatan cukup stabil. Kenaikan tersebut, dikarenakan Kabupaten Malang sudah PPKM Level 2, sehingga aktifitas masyarakat mulai tinggi. Kemudian, sudah banyak tempat wisata, warung, hotel dan tempat publik yang sudah mulai dibuka.
“Saat ini di Kabupaten Malang bersamaan dengan mulainya musim penghujan. Alhamdulillah, distribusi Sembako tidak ada hambatan dan stok bahan pokok masih cukup aman,” ucap AKP Donny.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Donny menjelaskan, untuk harga Sembako seperti harga daging Sapi dan daging Ayam, diketahui stabil. Sedangkan harga minyak goreng curah dan harga beras mengalami sedikit kenaikan.
“Harga Sembako di pasar masih stabil, seperti halnya harga daging Sapi Rp 110.000,-/Kg, harga daging Ayam Rp 31.000,-/Kg, sedangkan harga minyak Goreng curah Rp 19.000,-/Kg yang mengalami sedikit kenaikan sekitar Rp 2.000,-, kemudian harga Beras Rp 9.000 sampai Rp 10.000,-,” bebernya.
Dalam hal ini, tambahnya, Satgas Pangan Polres Malang selalu melakukan koordinasi dengan stake holder apabila ada hambatan dalam pendistribusian Sembako di pasar. “Kegiatan ini akan kita laksanakan secara berkelanjutan, untuk upaya deteksi dini agar tidak sampai terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali,” paparnya. (hms/sit)











