Kota Malang
Jelang Waisak FKAUB Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Vihara Vajra Bumi Kertanegara Sukun

Memontum Kota Malang – Menjelang hari raya Waisak, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) mengadakan penyemprotan disinfektan di Vihara Vajra Bumi Kertanegara, Selasa (25/05). Disampaikan Sekjen FKAUB, Pdt David Tobing, mengatakan bahwa giat ini merupakan salah satu upaya rutin untuk tetap menjaga pluralisme di Kota Malang.
“Jadi komitmen dari FKAUB Kota Malang untuk terus merawat pluralisme dan persaudaraan. Maka kami saat ini bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan elemen-elemen masyarakat yang lain memanfaatkan momen hari besar keagamaan untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di Malang ini,” ungkap Sekjen FKAUB.
Baca Juga:
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
- Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Ojol di Kota Malang Keluhkan Pendapatan Harian
Disampaikan Pdt David, penyemprotan di Vihara yang terletak di Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun ini dilakukan agar umat yang hadir saat Waisak besok bisa merasa aman.
“Hari ini kita mengadakan penyemprotan di Vihara Vajra Bumi Kertanegara, berhubungan besok akan diadakan acara Waisak. Dengan harapan umat yang hadir datangnya sehat pulangnya juga lebih sehat lagi. Dan ini juga salah satu upaya kami mendukung pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran virus Covid-19,” tegas Pdt David Tobing.
Sementara itu, Pengurus Vihara Vajra Bumi Kertanegara, Yohanes Franciosa, merasa senang dan berterimakasih dengan aksi penyemprotan ini.
“Saya mewakili pengurus Vihara menyambut baik tindakan FKAUB bekerjasama dengan KNPI yang telah bersedia untuk mengadakan penyemprotan disinfektan. Sehingga besok acara Hari Waisak bisa kami laksanakan dengan lebih aman,” kata Sekjen FKAUB.
Selain itu diakui Yohanes, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Vihara menjelang Hari Waisak besok.
“Protokol kesehatan kami sudah memadai, ada washtafel di depan kemudian kursi juga diberi jarak. Kami batasi yang hadir hanya 15 orang supaya nanti umat tidak terlalu bergerombol,” jelas Sekjen FKAUB, Pdt David Tobing. (mus/ed2)
















