Kabupaten Malang
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Sanusi Sarankan PTM di Kabupaten Malang Dihentikan untuk Wilayah yang Penyebarannya Tinggi

Memontum Malang – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang, mendorong Pemerintahan Kabupaten Malang terus mencanangkan regulasi baru terkait pembelajaran tatap muka (PTM).
Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan bahwa wilayah yang tergolong tinggi kasus aktif Covid-19, disarankan untuk menutup pembelajaran tatap muka sementara waktu. “Saya menyarankan wilayah kecamatan yang peningkatannya tinggi, untuk di tutup sementara dari kegiatan PTM atau full daring,” kata HM Sanusi, saat mendampingi peninjauan vaksinasi Lansia bersama Menko PMK di Puskesmas Dau, Minggu (13/02/2022).
Dirinya juga mengatakan, bahwa pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait, sebagai respon antisipasi penyebaran Covid-19. “Nanti saya rapatkan. Ada beberapa wilayah yang tinggi, seperti Kecamatan Singosari, Lawang dan Pakis. Sebaiknya saya himbau, untuk melakukan pembelajaran daring,” tambahnya.
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
Namun, untuk wilayah yang rendah angka penularan Covid-19, Sanusi masih membolehkan pembelajaran hybrid learning. “Tapi yang rendah penularan biasa 50 persen PTM. Nanti, kami lihat kembali tergantung daerah, kepala sekolah, dan pihak Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Sanusi juga menegaskan, jika dalam proses Pembelajaran Tatap Muka, ditemukan kasus aktif Covid-19 maka sekolah wajib menghentikan PTM. “Nanti apabila ditemukan ada peserta didik yang terkena Covid-19, saya langsung perintahkan tutup dulu PTM nya biar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” terangnya. (cw1/sit)
















