Surabaya

Komisi E DPRD Jatim Usulkan Perda Untuk Penderita HIV dan AIDS

Diterbitkan

-

Komisi E DPRD Jatim Usulkan Perda Untuk Penderita HIV dan AIDS

Karim menambahkan, jadi stigma dan diskriminasi yang selama ini dialami oleh oramg terinfeksi sangatlah tidak beralasan, “karena seperti anggota masyarakat yang lain mereka juga memiliki hak untuk bebas berkualitas dan bermartabat,” tambahnya.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar ini melihat, kondisi geografis di Jatim yang memadai, bukan menjadi tolak ukur utama tentang penyebaran HIV dan AIDS di setiap masing-masing daerah.

“Penduduk Jawa Timur yang dinamis dan terjamin keamanan serta perkembangan ekonomi yang signifikan serta keamanan dan keselamatan yang cukup, akan tidak cukup untuk menghindari terhadap infeksi HIV dan AIDS guna melakukan aktifitas yang berisiko seperti pemakaian narkoba atau melakukan hubungan seks bebas di kalangan pemuda,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Kohar Hari Santoso memberikan tanggapan terkait penyebaran HIV dan AIDS di Jatim. Menurutnya itu bukan suatu peningkatan melainkan jumlah orang-orang HIV yang ditemukan itu cenderungnya semakin menaik.

Advertisement

“Oleh karena itu kita gencar aktifkan pemeriksaan-pemeriksaan untuk mengenal HIV, agar kita cepat tahu seberapa banyak orang yang terjangkit virus tersebut,” sebut Kohar.

Menurut Kohar, ada tiga faktor utama yang mentengarai peningkatan dan penyebaran virus HIV dan AIDS. Pertama yaitu migrasi dari penduduk, kedua pihaknya lebih aktif untuk memeriksa dan yang terakhir jumlah penderitanya kian meningkat di setiap tahunnya.

“Kami melakukan dan mencari orang-orang yang terkena HIV sehingga kemudian kita bisa mendata lebih jauh lagi. Dan tentunya mengobati, bukan saja sekedar menemukan tapi juga mengobati agar infeksi virus ini tidak semakin menyebar,” tutup Kohar. (sur/ano/yan)

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas