Kota Malang

Kota Malang Tembus Enam Besar Inotek Jatim, Wali Kota Wahyu Dorong Generasi Muda Terus Berinovasi

Diterbitkan

-

BRIDA: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat foto bersama Kepala BRIDA Provinsi Jatim, Andriyanto dan jajaran terkait lain. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Kota Malang berhasil menembus enam besar penilaian Inovasi Teknologi (Inotek) yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Atas keberhasilan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi dan respon positif.

Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari potensi besar yang dimiliki Kota Malang sebagai kota pendidikan. “Jumlah mahasiswa di Kota Malang sangat banyak dan hampir sama dengan jumlah penduduk. Itu menjadi potensi besar. Maka dari itu, inovasi ini kami dorong sebagai alternatif dari kebiasaan yang rutin, dengan menghadirkan hal baru yang bermanfaat,” kata Wali Kota Wahyu, seusai menerima tim peninjau lapangan Inotek, Selasa (26/08/2025) tadi.

Wali Kota Wahyu berharap, capaian enam besar ini menjadi penyemangat bagi para inovator, khususnya generasi muda, untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. “Sehingga kami mendorong agar nanti banyak inovator lain yang ada di Kota Malang. Ini akan menjadi penyemangat agar tetap bisa memberikan yang terbaik terkait inovasi ini,” tambahnya.

Baca juga :

Advertisement

Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi Jatim, Andriyanto, menjelaskan bahwa Kota Malang memiliki inovasi yang dinilai cukup baik dan potensial. Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah pengolahan kolostrum kambing menjadi susu bubuk melalui proses vacuum drying, yang dinilai bermanfaat untuk kesehatan anak.

“Inovasi ini akan kami verifikasi langsung di lapangan bersama tim juri. Nanti akan ditentukan peringkatnya dan penghargaan akan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur,” jelas Andriyanto.

Kemudian, dikatakannya bahwa yang mengikuti inovasi tersebut ada dari kabupaten/kota se Jawa Timur dengan total ada ratusan pendaftar. Lalu, dipilih 15 besar untuk presentasi di hadapan juri. Dari proses tersebut, mengerucut menjadi enam besar yang kini masuk tahap verifikasi lapangan.

“Penilaiannya berbasis data, ada pembaruan, berkelanjutan minimal dua tahun, serta manfaat nyata bagi masyarakat. Sekitar 65 persen bobot penilaian kami fokus pada kemanfaatan inovasi,” imbuhnya. (pro/rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas