Bondowoso
Masuk Level 2, Obyek Wisata di Bondowoso Buka

Memontum Bondowoso – Sesuai asesmen Kementerian Kesehatan RI tentang Covid-19, Kabupaten Bondowoso masuk Level 2. Ini artinya, sektor wisata sudah boleh beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi di setiap objek wisata.
Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Mulyadi SP, MM melalui Koordinator Pengelola Objek Wisata, Teguh Ari Wijaya, Minggu (16/1/2022). Disampaikan, bahwa kunjungan wisata cukup tinggi.
Bukan hanya pada saat hari libur, tapi pada hari-hari biasapun pengunjung tetap ramai. Yang menjadi favorit penikmat traveling adalah Kawah Wurung di Kecamatan Ijen.
“Jumlah pengunjung Obyek Wisata Kawah Wurung tiap hari mencapai kurang lebih 50 orang. Sementara pada hari libur, melonjak menjadi 100 hingga 200 an wisatawan,” jelasnya.
Baca juga
- Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026
- Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan
- Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman
- Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan
- Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun
Wisatawan yang berkunjungan, lanjutnya, lebih banyak dari Bondowoso dibandingkan dari luar kota. Para wisatawan diwajibkan mengikuti Protokol Kesehatan (Protkes) dan vaksin ditempat bagi yang belum.
Ditambahkannya, sebelum masuk area wisata, persisnya di Pos Pelalangan, petugas memerika pengunjung. Bagi yang tidak bisa menunjukkan Kartu Vaksin atau Peduli Lindungi harus putar balik.
Dengan tetap dibukanya destinasi wisata, ujarnya, maka akan berdampak positif bagi warga sekitar, karena bisa berjualan. Dan uang para pelancong akan berputar di wilayah tersebut. Sehingga, denyut perekonomian bisa berdetak kembali.
“Pengunjung pasti berbelanja, walaupun hanya sebotol air mineral. Warung-warung di sekitar area wisata bisa bernafas kembali dan pelaku ekonomi kreatif bisa terus berinovasi,” jelasnya. (zen/sit)
















