Connect with us

Hukum & Kriminal

Paska Digeruduk Massa Akibat Dugaan Pencabulan, Aktifitas Ponpes di Curahpetung Lumajang Berhenti

Diterbitkan

||

Paska Digeruduk Massa Akibat Dugaan Pencabulan, Aktifitas Ponpes di Curahpetung Lumajang Berhenti

Memontum Lumajang – Sehari paska digeruduk massa akibat dugaan pelecehan seksual alias pencabulan yang dialamatkan ke oknum atau pengasuh Ponpes di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, berinisial FZ, aktifitas rutin Ponpes terlihat berhenti alias sepi. Bahkan, memontum.com yang mencoba mengunjungi lokasi itu, tidak mendapati aktifitas rutin, yang salah satunya belajar mengaji.

Sekedar diketahui, sesaat setelah sang oknum diamankan petugas Polres Lumajang, situasi hingga malam hari atau Kamis (19/05/2022) malam, sekitar lokasi menjadi sangat ramai. Bahkan, sesekali terlihat hilir mudik dari santriwati.

Perubahan yang sangat drastis karena berhentinya beraktifitas Ponpes, sontak mengundang perhatian warga sekitar Ponpes. Itu karena, selama ini Ponpes dikenal sangat bagus dalam melakukan pembinaan. Bahkan, beberapa warga mengaku sangat bersyukur dengan adanya Ponpes, karena bisa menjadi jembatan untuk media belajar mengaji anak-anak mereka.

“Selama ini, itu tidak pernah ada masalah. Pengasuhnya orangnya juga baik dan ramah. Cuma, kami tidak tahu kenapa, kejadiannya kok bisa seperti ini. Ini di luar dugaan. Pondoknya juga sudah mulai berkembang. Bahkan, banyak warga yang rencananya akan mendidikan anaknya di Ponpes ini. Namun, setelah kejadian ini, ya tidak tahu lagi,” ujar warga setempat, Saiful.l, Jumat (20/05/2022) tadi.

Baca juga:

Bahkan, dirinya bisa mengatakan, bahwa bagi masyarakat sini, untuk pendidikannya terbilang bagus. “Kami tentunya berterimakasihlah. Tapi, kami juga tidak tahu, kok kejadiannya bisa seperti ini. Makanya, kami kaget juga,” paparnya.

Masih menurut Saiful, selain pendidikannya yang bagus, bahkan informasinya juga ada rencana lulusan tahun ini yang akan diberangkatkan ke Mesir. “Kalau terkait pendidikan di sini, menurut saya angat bagus. Tiga tahun belajar di sini, itu sudah hafal Al Quran. Semua santri putra dan putri yang hafal Al Quran, itu bukan diajar Pak Kiai. Ceritanya murid-murid di sini, itu karena belajar dari Bu Nyai. Bu Nyai lah yang mengajari. Jadi, di sini kita semua eman (kasihan, red) sama Bu Nyai. Kita berharap, Bu Nyai bisa tetap di sini (Ponpes, red),” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang perangkat desa, Kampung Hapi, yang sedang melakukan penjagaan di lokasi Ponpes, mengatakan bahwa para santri untuk sementara dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Untuk sementara para santri dipulangkan,” ujar Kampung Hapi.

Sementara itu, terkait hasil pemeriksaan oleh UPPA Polres Lumajang, hingga berita ini diturunkan masih belum ada keterangan resmi. Kapolres lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan melalui Kasat Reskrim AKP Hari Siswanto, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait perkembangan sementara, masih belum memberikan keterangan. (adi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.