SEKITAR KITA

Pemkab Situbondo segera Cairkan Insentif Kader Posyandu Tahun 2025

Diterbitkan

-

Kadinkes Situbondo, dr Sandi Hendrayono. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Insentif kader Posyandu di Kabupaten Situbondo tahun 2025, segera dicairkan sebelum akhir tahun. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, dr Sandi Hendrayono, saat menemui Bupati Situbondo,Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Pendopo Situbondo, Kamis (07/08/2025) tadi.

Kedatangan Kadinkes sendiri, untuk meminta tanda tangan SK Pencairan Insentif Kader Posyandu tahun 2025 kepada Bupati Situbondo. “Sesuai instruksi Bapak Bupati, yaitu untuk segera mencairkan insentif Kader Posyandu. Bahkan, tadi sudah ditandatangani SK Penetapan Penerima Insentif Kader Posyandu oleh Bapak Bupati,” ujar Kadinkes Sandi.

Dirinya menjelaskan, bahwa sesuai arahan bupati, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menganggarkan dana sebesar Rp 2,8 miliar untuk insentif bagi 5.703 kader Posyandu se-Kabupaten Situbondo. Sementara pencairan insentif sendiri, akan dilakukan setelah pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2025.

“Setiap kader akan menerima insentif sebesar Rp 500 ribu untuk satu tahun, karena sifatnya sebagai insentif,” jelasnya.

Advertisement

Lebih lanjut Sandi menyampaikan, bahwa pada tahun 2026, insentif kader Posyandu akan dinaikkan menjadi Rp 600 ribu pertahun dan akan dicairkan dalam dua tahap. “Bapak Bupati telah mengalokasikan anggaran untuk tahun depan. Insentif akan dinaikkan dari Rp 500 ribu menjadi Rp 600 ribu pertahun, dan dicairkan dua tahap persemester masing-masing Rp 300 ribu,” ungkapnya.

Baca juga :

Dirinya berharap, melalui peningkatan insentif ini dapat menambah semangat para kader dalam menjalankan program-program kesehatan unggulan daerah. “Program kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan dua atau tiga tenaga medis. Peran kader Posyandu sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio, mengimbau para kader Posyandu untuk tetap fokus menjalankan tugas dan tidak terlibat dalam urusan politik. “Fokus saja memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak perlu ikut-ikutan berpolitik. Urusan politik biar menjadi urusan saya dengan Mbak Ulfi dan teman-teman partai. Sekali lagi, fokus dan terus fokus memberikan pelayanan,” tegas Mas Rio.

Terkait program pengentasan stunting, Mas Rio juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada para ahli gizi untuk melakukan kajian khusus terhadap tanaman Maronggi atau Daun Kelor. “Mengingat program pengentasan stunting merupakan prioritas nasional dari Presiden Prabowo Subianto, kami telah meminta ahli gizi untuk fokus meneliti Maronggi. Kandungannya sangat baik untuk gizi anak dan bisa dijadikan berbagai macam olahan,” jelasnya.

Advertisement

Mas Rio menambahkan, bahwa kader Posyandu juga akan dilibatkan dalam mensosialisasikan manfaat Maronggi kepada masyarakat. “Nanti para kader akan kami minta untuk mensosialisasikan olahan Maronggi sebagai upaya menanggulangi stunting,” tambahnya. (her/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas