Jember

Plengsengan Sungai Bedadung Terancam Dibongkar

Diterbitkan

-

Plengsengan Sungai Bedadung Terancam Dibongkar

Sebelumnya Warga Lingkungan- Klanceng telah mengadakan pertemuan dengan warga terdampak akibat pembangunan Plengsengan tersebut yang dihadiri oleh Kepala Desa Ajung, BPD Ajung dan RT/RW yang wilayahnya terdampak.

Kepala Desa Ajung, H. Abdussallam mengatakan, pembangunan Plengsengan itu sangat merugikan masyarakat yang ada di pinggiran Sungai Bedadung, pasalnya pembangunan plengsengan tersebut dinilai telah melewati batas sepadan sungai dan semakin mempersempit lebar sungai, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada masyarakat yang memiliki rumah dan tanah sepanjang sungai bedadung.

“Sebelumnya masyarakat sudah menolak pembangunan tersebut, karena tanpa ada penyempitan lebar sungai saja, apabila di musim penghujan, masyarakat yang berada di lingkungan Klanceng – Desa Ajung setiap tahun, selalu terdampak akibat meluapnya air sungai ke rumah masyarakat dan menggerus tanah milik masyarakat yang ada dipinggir sungai bedadung,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE. MM. Saat dikonfirmasi cenderung mengelak mambahas masalah ini, bahkan dirinya mengaku telah dilakukan survey dan mendapatkan ijin dari pihak terkait. “Kita sudah survey dan ada ijinnya,” ujarnya dengan secara sekilas menunjukkan foto-foto di HP miliknya. 

Advertisement

Terkait dengan protese masyarakat di sisi Selatan sungai, Babun menganggap sudah selesai dan sudah ada musyawarah dengan perwakilan warga di lokasi yang diperkirakan terdampak akibat pembangunan plengsengan tersebut.

“Saya tahu sendiri, salah satu perwakilan masyarakat dalam hal ini Kepala Dusun telah kita beri sejumlah uang sebagai kompensasi untuk warganya, saya lihat sendiri dia menghitung uang kompensasi tersebut,” ujarnya.

Terkait dengan adanya uang Kompensasi tersebut, Kusnan selaku Kepala Kampung Lingkungan Klanceng – Desa ajung, membantah jika telah menerima uang dari Pihak IAIN Jember, namun setelah didesak, ahirnya Kusnan mengaku ada aliran dana sebesar Rp. 6 juta.

“Saya memang terima uang dari orang yang mengaku suruhan Kontraktor, tapi bukan untuk dibagikan ke warga. Namun hanya untuk ‘pengamanan’ peralatan berat yang ada di Proyek agar tidak dirusak,” ungkapnya. (cw3/yan)

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas