Hukum & Kriminal

Polres Trenggalek Catat 3.382 Pelanggar Tilang dalam Operasi Patuh Semeru 2025

Diterbitkan

-

Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Operasi Patuh Semeru 2025 resmi berakhir. Operasi yang digelar selama dua pekan, atau terhitung sejak 14 hingga 27 Juli 2025 ini, fokus pada upaya peningkatan kesadaran kolektif tertib berlalu lintas dan berkeselamatan masyarakat.

Selama operasi berlangsung, jajaran Polres Trenggalek telah menindak 7.382 pelanggar dengan rincian 3.382 tindakan berupa tilang dan 4.000 lainnya berupa teguran. Angka ini, meningkat 3 persen jika dibandingkan dengan operasi yang sama tahun 2024 yang lalu, sebanyak 7.165.

Kasat Lantas Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, mengatakan bahwa penindakan terhadap pelanggar lalu lintas tersebut disesuaikan dengan sasaran prioritas yang telah ditetapkan dalam Operasi Patuh Semeru 2025.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, hasil dari operasi Patuh Semeru 2025 selama dua pekan ini selayaknya menjadi refleksi kita semua. Butuh peran serta dari semua elemen masyarakat agar pelanggaran terutama yang melibatkan anak dibawah umur bisa lebih ditekan lagi,” ungkapnya, Selasa (29/07/2025) tadi.

Advertisement

Baca juga :

Dijelaskan AKP Sony, keseluruhan penindakan tilang, pelanggaran masih didominasi oleh pengendara di bawah umur sebanyak 2.004. Disusul pelanggaran lain-lain, seperti kelengkapan dan surat-surat kendaraan sebanyak 783, tidak menggunakan helm SNI atu safe belt 437 pelanggar dan melawan arus 158 pelanggar.

“Dari data analisa dan evaluasi tercatat bahwa pelanggaran terbanyak melibatkan kendaraan roda dua atau sepeda motor sebanyak 3.223, mobil barang 99 unit dan 60 lainnya mobil penumpang,” jelas AKP Sony.

Sementara untuk angka kecelakaan lalu lintas, tambahnya, jika dibandingkan dengan operasi yang sama tahun lalu tercatat mengalami penurunan sebesar 47 persen, dari 15 kali di tahun 2024 menjadi 8 kali di tahun 2025 dengan total 15 orang korban luka ringan. “10 orang korban berprofesi sebagai karyawan swasta, 3 orang mahasiswa/pelajar dan 2 sisanya profesi lain-lain,” imbuhnya.

Pihaknya menekankan, meski Operasi Patuh Semeru 2025 sudah berakhir, bukan berarti upaya dalam rangka meningkatkan disiplin tertib berlalu lintas masyarakat menjadi kendor. Sebaliknya, akan lebih dimasifkan lagi agar tingkat kesadaran masyarakat bisa lebih terkatrol. Muaranya adalah pelanggaran dan fatalitas kecelakaan bisa diminimalisir dan terwujud Kamseltibcarlantas yang kondusif.

Advertisement

“Tentunya, hasil dari Operasi Patuh Semeru 2025 ini kita jadikan sebagai evaluasi dan lebih menggiatkan lagi langkah-langkah preemtif maupun preventif khususnya bagi kalangan remaja dan pengendara di bawah umur. Kita akan rumuskan cara dan metode yang lebih efektif lagi,” papar AKP Sony. (mil/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas