Politik

Raker bersama OPD Mitra, Komisi IV DPRD Bahas Isu Strategis dan Program Prioritas 2026

Diterbitkan

-

RAKER: Suasana rapat kerja (Raker) Komisi IV DPRD Trenggalek dengan OPD. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Dalam rangka membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, Komisi IV DPRD menggelar rapat kerja (Raker) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra. Dalam pelaksanaan itu, sejumlah isu strategis dan program prioritas menjadi sorotan. Mulai dari kesejahteraan Lansia, revitalisasi fasilitas umum, pengangguran usia muda, hingga pelestarian budaya dan penanganan arsip penting desa.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, mengatakan salah satu program yang didorong kuat adalah bedah kamar Lansia. Program ini, dinilai penting untuk menjamin kehidupan yang layak dan nyaman bagi warga lanjut usia, khususnya mereka yang tidak mampu.

“Kalau tua, kita ingin hidup enak dan layak. Tapi masih banyak Lansia yang tinggal di kamar tidak layak. Karena itu kami dorong program bedah kamar Lansia agar mereka lebih nyaman, dekat dengan kamar mandi dan mudah untuk beribadah,” ungkapnya, Selasa (12/08/2025) tadi.

Dirinya menambahkan, program ini sejalan dengan nilai-nilai budaya lokal Trenggalek, seperti falsafah ‘mikul duwur mendem njero’, yang mengajarkan pentingnya menghormati dan memuliakan orang tua.

Advertisement

Selain itu, Komisi IV juga menyoroti kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Trenggalek yang dinilai kurang representatif. Mengingat letaknya berada di pintu gerbang kota.

“Ini penting dilakukan revitalisasi TMP agar mampu memberikan kesan baik sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan,” ujar Sukarudin.

Baca juga :

Di sektor kebencanaan, Komisi IV memperhatikan terhadap permintaan dari desa-desa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait permintaan bronjong (penahan longsor) untuk mitigasi bencana. Namun hingga kini, belum tersedia anggaran khusus untuk hal tersebut. “Hingga saat ini, belum tersedia anggaran yang memadai, sehingga hal ini akan menjadi salah satu usulan penting dalam APBD 2026,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam upaya menekan angka pengangguran usia muda, Komisi IV juga menekankan pentingnya pelaksanaan Job Fair yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja. Program ini dinilai sebagai solusi efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Advertisement

“Job fair harus terus didukung dan difasilitasi. Ini cara konkret mempertemukan tenaga kerja muda dengan dunia usaha,” kata Sukarudin.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan sosial, Komisi IV juga mengangkat isu pelestarian budaya. Salah satunya adalah dukungan terhadap pelaksanaan tradisi Tiban, yang diyakini memiliki nilai spiritual dan mitos lokal, serta mampu membentuk karakter pemuda.

“Tiban itu budaya khas Trenggalek. Kita harus anggarkan untuk pelestariannya, meskipun harus menyisir dari pos lain. Dulu Trenggalek terkenal dengan budaya Tiban, tapi sekarang kalah eksis dengan daerah lain. Ini yang akan kita dorong agar Trenggalek tetap melestarikan budaya Tiban,” tuturnya.

Selanjutnya, isu di bidang kearsipan turut menjadi pembahasan. Pasalnya banyak desa yang mengalami kerusakan arsip penting, termasuk Leter C, dokumen penting terkait tanah. Komisi IV mendorong kerja sama antara Dinas Kearsipan dan pemerintah desa untuk menyelamatkan dokumen bersejarah tersebut. “Kita mesti peduli dan perlu kerjasama Dinas Kearsipan dan Desa dalam rangka menyelamatkan leter C,” imbuh Sukarudin. (mil/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas