SEKITAR KITA
Tak Hanya Tersedia di Fasyankes, Pemkot Malang ‘Jemput Bola’ Perihal Vaksinasi

Memontum Kota Malang – Demi mensukseskan program vaksinasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus upayakan percepatan.
Tak hanya mendistribusikan vaksin di 72 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), namun metode ‘jemput bola’ juga dilakukan.
Baca juga:
- TMMD Ke-127 Kediri, Dansatgas Beri Khutbah Jamaah Salat Jumat di Desa Gadungan
- Sidang Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar, Uang Hasil Kejahatan untuk Gaya Hidup dan Dugem
- Dorong Ketahanan Pangan, TMMD Ke 127 Kediri Lakukan Penanaman Benih Jagung
“Jadi kita sudah mendistribusikan kepada 72 faskes, jadi masyarakat bisa menerima vaksinasi disana. Itu yang stay,” ungkap Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif.
Kemudian juga ada vaksinasi dengan metode mobile atau ‘jemput bola’. “Yang mobile itu teman-teman sudah melakukan beberapa kegiatan. Seperti vaksinasi di pusat perbelanjaan Cyber Mall maupun Dinoyo Mall. Kemudian untuk pedaganag di pasar tradisional pun mulai dilakukan oleh para vaksinator,” tambahnya.
Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang itu menegaskan bahwa 100.000 dosis Vaksin AstraZeneca yang telah diterima Kota Malang harus habis pada 30 Juni 2021.
“Dan untuk vaksin setelah tanggal 30 Juni itu masih belum ada informasi jenis apa yang akan didrop dan berapa jumlahnya. Namun tetap maksimal tanggal 30 itu ya. Jadi kita upayakan disemua Fasyankes tidak ada sisa vaksin,” sambungnya.
Terakhir dia menghimbau pada masyarakat Kota Malang yang sesuai sasaran untuk melakukan vaksinasi di 72 Fasyankes. (mus/ed2)
















