Kota Malang
Tinjau TPA Supit Urang, Komisi C DPRD Kota Malang Tekankan Pentingnya Solusi Desa Terdampak

Memontum Kota Malang – Komisi C DPRD Kota Malang, melakukan peninjauan ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, pada Rabu (22/01/2024) tadi. Kunjungan itu dilakukan, untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sampah yang ada di sana.
Apalagi, juga ada beberapa keluhan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar TPA Supit Urang. Seperti Desa Jedong, Desa Pandan Landung dan sekitarnya, yang mengeluhkan soal pencemaran air, pencemaran udara, serta minimnya pelayanan kesehatan.
“Kami ingin mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Selain itu, kami juga ingin mengetahui bagaimana proses pengolahan sampah dilakukan dan bagaimana Pemkot Malang menangani dampak yang ditimbulkan dari TPA Supit Urang ini,” jelas Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin.
Menurut Anas, dampak dari TPA Supit Urang dirasakan oleh desa-desa yang berada di wilayah Kabupaten Malang. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca juga :
“Kita perlu duduk bersama antara dua pemerintah daerah untuk mencari solusi. Jangan sampai persoalan ini diabaikan hanya karena perbedaan batas wilayah,” tegas Anas.
Sehingga, Komisi C DPRD Kota Malang merekomendasikan agar rapat koordinasi segera dilakukan. Dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat terdampak, untuk membahas langkah konkret.
“Dialog sebelumnya sudah pernah dilakukan, tetapi hasilnya terkesan jalan di tempat. Kami ingin memastikan ada langkah nyata untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.
Anas juga mengusulkan beberapa opsi untuk mengatasi persoalan tersebut, seperti pengadaan sumur bor untuk mengatasi masalah air bersih, peningkatan pelayanan kesehatan dan pemanfaatan dana CSR atau UMD untuk mendukung program-program bagi desa terdampak.
“Kami ingin keberhasilan TPA Supit Urang sebagai percontohan nasional tidak mengorbankan desa-desa sekitar. Selain memastikan keberhasilan pengelolaan sampah, kami juga ingin dampak negatifnya bisa diminimalkan,” imbuh Anas. (rsy/sit)










