Kota Malang
Tunjang Perawatan Pasien Bergejala Ringan dan OTG, Pemkot Malang Operasionalkan SKB Pandanwangi

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, mulai mengoperasikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandanwangi, menjadi tempat Isolasi Terpusat (Isoter), Kamis (17/02/2022). Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa pengoperasian SKB Pandanwangi sebagai Isoter, dilakukan untuk menunjang perawatan pasien Covid-19 bergejala ringan dan tidak bergejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG).
“RS Lapangan sudah penuh. Jadi, insyallah hari ini kita buka SKB. Persiapannya sudah semua, baik dari medis maupun masyarakat sudah siap dari mulai Pak RW, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, akan turut berjaga,” kata Wali Kota Malang.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan dengan adanya SKB Pandanwangi yang dijadikan sebagai Isoter, warga Kota Malang yang membutuhkan perawatan di Isoter, bisa tertampung dengan baik. “Karena di RS Lapangan itu bukan hanya untuk Kota Malang. Tetapi, juga pasien dari Malang Raya. Dengan adanya Isoter SKB ini, harapannya warga Kota Malang yang tidak bisa menjalani Isolasi Mandiri bisa tertampung,” ujarnya.
Baca juga:
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, menambahkan bahwa Isoter di SKB Pandanwangi tersebut memiliki kapasitas sebanyak 52 tempat tidur dengan 18 orang petugas yang di siap siagakan. “18 orang itu terdiri dari Tenaga Kesehatan (Nakes) dokter dan perawat. Ada juga petugas kebersihan dan petugas keamanan yang diambil langsung dari warga sekitar Isoter SKB Pandanwangi,” ucapnya.
Untuk operasionalnya, kata Husnul, yakni menerima atas rujukan dari puskesmas. Jika datang sendiri, pasti tidak akan diterima. Jadi, dari puskesmas akan di screening, jika bergejala dan rumah tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, maka ditempatkan di SKB Pandanwangi.
“Nanti sampai di sini, pasti di screening lagi. Ini untuk menentukan di Isoter atau lanjut ke RSUD,” terangnya. (cw2/sit)
















