Kota Malang
Varian Covid-19 MU. Ini Pesan Kadinkes Kota Malang

Memontum Kota Malang – Virus covid-19 terus bermutasi, terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian baru Covid-19 MU, dimana telah menyebar di beberapa negara. Meski belum terdeteksi di Indonesia, bahkan Kota Malang hingga hari ini (06/09), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus meminta warga untuk waspada. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat ditemui di Balai Kota.
“Sebenarnya antisipasi varian Covid-19 MU itu ya tergantung diri sendiri. Pemkot Malang dalam hal ini sudah beri edukasi berkaitan dengan protokol kesehatan (prokes) tak henti-henti,” tegasnya.
Baca Juga:
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
- H-3 dan H+3 Lebaran Diprediksi Jadi Puncak Pergerakan Manusia di Kota Malang
- Kontribusi Nyata di Bulan Ramadan, BRI Regional 13 Malang Gelar Aksi Berbagi Bahagia
Menurutnya selama prokes bisa dijalankan oleh warga, maka besar kemungkinan pandemi Covid-19 bisa usai dan berhenti.
“Itu kuncinya, prokes,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Dirut RSUD Kota Malang tersebut.
Selain prokes, ia juga menyampaikan bahwa vaksinasi sangat dibutuhkan dan wajib diberikan saat ini.
“Vaksin itu sangat efektif dan berpengaruh untuk melindungi kita dari virus Covid-19. Kalau belum divaksin ketika terpapar, bisa bergejala ringan, sedang, berat, bahkan meninggal. Tetapi begitu divaksin, terlindungi, yang harusnya gejala sedang menjadi ringan, yang bergejala berat menjadi sedang,” papar dr Husnul.
Dinkes Kota Malang pun saat ini memiliki stok 4 jenis vaksin. Yaitu Sinovac, AstaZeneca, Moderna, dan Sinopharm.
“Sinovac untuk dosis kedua yang kemarin sudah vaksin di Stadion Gajayana, stoknya 16.734 dosis. Lalu AstraZeneca untuk dosis kedua sebanyak 38.140. Vaksin Moderna untuk nakes dosis ketiga sebanyak 4.900. Kita juga ada stok vaksin untuk teman-teman disabilitas, yaitu Sinopharm sebanyak 839 dosis,” tegas dr Husnul. (mus/ed2)
















