Pemerintahan
Wali Kota Sutiaji Hadiri Peresmian OSS Berbasis Resiko

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, hadiri peresmian peluncuran sistem Online Single Submission (OSS) berbasis Resiko secara virtual di NCC Balai Kota Malang, Senin (09/08) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Muhamad Sailendra, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam acara tersebut, Presiden RI, Joko Widodo, secara langsung meresmikan program yang diharapkan mampu meningkatkan iklim usaha di Indonesia. “Pandemi tidak boleh menghentikan upaya kita untuk melakukan reformasi struktural. Salah satunya upaya kemudahan prosedur berusaha dan investasi,” kata Presiden Jokowi.
Baca juga:
- Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya
- Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat
- Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar
- Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG
- BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026
Dirinya menambahkan, pada tahun 2020 Indonesia masuk dalam peringkat 73 dari 190 negara dalam kemudahan berusahanya. Oleh karena itu, untuk makin mendukung kemudahan berusaha, Pemerintah Pusat meluncurkan OSS berbasis resiko.
“Ini reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan, secara online terintegrasi terpadu dengan paradigma berbasis risiko. Nanti jenis perizinan akan disesuaikan dengan tingkat resikonya,” terangnya.
Masih menurut Presiden, kepada seluruh Kepala Daerah untuk mampu disiplin mengikuti kemudahan dalam OSS. “Akan saya awasi di lapangan. Apakah dengan OSS berbasis resiko ini prosesnya benar semakin sederhana, apakah standartnya sama di seluruh Indonesia, dan apakah semakin cepat,” papar Jowoki.
Sementara itu, Wali Kota Sutiaji, mengaku jika pada dasarnya kemudahan perizinan sudah dijalankan di Kota Malang. “Kita kan sudah jalan cuman ini ada launching dari pusat. Dan saat ini OSS berbasis resiko,” ucapnya.
Oleh sebab itu, terang Sutiaji, dipilah menjadi tiga. Yaitu resiko rendah, resiko sedang, dan resiko berat. “Kalau resiko rendah hanya daftar saja, hanya perlu izin berusaha saja. Dulu nilainya Rp 50 juta, tapi sekarang menjadi Rp 5 milyar,” tambahnya.
Diakui pemilik kursi N1 ini, di Kota Malang sendiri didominasi banyak usaha yang beresiko rendah. “Di daerah sini belum banyak yang beresiko sedang dan besar atau tinggi,” tutur Sutiaji. (hms/mus/sit)
















