Kota Malang
Cegah Obesitas dengan Jaga Pola Hidup Sehat

Memontum Kota Malang – Memiliki berat badan berlebih atau yang biasa disebut obesitas, tentu memiliki kekhawatiran tersendiri. Pasalnya, itu bisa memicu berbagai macam penyakit berbahaya yang bisa menyerang tubuh.
Karena itu, salah satu dokter spesialis penyakit dalam RSSA Kota Malang, dr Rully Rosandi, mengingatkan bahwa pola hidup sehat harus melekat pada kebiasaan diri setiap masyarakat. “Berat badan itu harus terus dijaga, karena berat badan menjadi pintu masuk munculnya penyakit metabolik. Saat ini mudah memesan makanan secara online, sehingga banyak makanan yang masuk dan tidak diiringi dengan kegiatan yang seimbang. Itu menyebabkan kegemukan,” kata dr Rully, Rabu (11/05/2022) tadi.
Baca juga:
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
Dijelaskannya, bahwa kegemukan itu menyebabkan sel lemak menjadi lebih banyak. Hal itu, biasa disebut insulin resistance, yang memicu munculnya penyakit diabetes. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap mengontrol kondisi berat badan.
“Disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti jogging, jalan cepat dan sebagainya yang tidak bersifat kompetitif seperti tenis, futsal yang memiliki adrenalin tinggi,” imbuhnya.
Pihaknya berpesan kepada masyarakat, agar tetap menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga setiap 30 menit dalam sehari. Selain itu, menghimbau untuk mengurangi jumlah makanan yang memiliki kadar santan berlebih, menghindari rokok dan minuman beralkohol.
“Dengan memiliki pola hidup sehat, itu dapat berdampak baik pada kesehatan jantung. Kalau kelebihan berat badan pasti jantung perlu kerja lebih ekstra agar bisa memompa darah,” ucapnya. (cw2/sit)
















