Kota Malang
Job Fair 2025, Wali Kota Malang Targetkan Angka Pengangguran Terdidik Turun

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, menggelar job fair tahun 2025 di GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (29/10/2025) tadi. Kegiatan tersebut, diikuti oleh 61 perusahaan dari berbagai daerah, dengan total 2.500 lowongan pekerjaan yang dibuka.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pelaksanaan job fair kali ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah untuk menekan angka pengangguran terdidik di Kota Malang. “Job fair ini digelar untuk pengangguran yang terdidik. Karena wajar, Kota Malang adalah kota pendidikan. Antara jumlah lulusan dengan lapangan pekerjaan belum sebanding. Jadi, pengangguran terdidiknya masih tinggi,” kata Wali Kota Wahyu.
Dikatakannya, meski tingkat pengangguran terbuka di Kota Malang mengalami penurunan dari 6,8 persen menjadi 6,1 persen. Namun, tingkat pengangguran terdidik masih berada di angka 7,3 persen.
“Permasalahan utama kita ada pada kesenjangan, baik horizontal maupun vertikal. Melalui kegiatan ini, kita dorong adanya link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Harapannya, bisa membuka peluang kerja yang lebih luas,” ujarnya.
Kemudian, ditambahkannya bahwa banyak lulusan perguruan tinggi yang saat ini memilih bekerja di sektor informal seperti content creator. Namun, pihaknya tetap berupaya agar tingkat pengangguran bisa terus ditekan.
“Targetnya turun di bawah 6 persen, sesuai target RPJMD Kota Malang,” tuturnya.
Baca juga :
Sementara itu, Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan job fair tahun ini digelar lebih besar dibanding tahun sebelumnya. “Tahun kemarin kami adakan di Mal Pelayanan Publik (MPP). Sekarang kami gelar di GOR Ken Arok agar lebih luas. Ada 61 perusahaan dan 4 lembaga pendukung seperti BP3MI dan BPJS Ketenagakerjaan, jadi total sekitar 65 peserta,” jelas Arif.
Hingga kemarin, Selasa (28/10/2025) tercatat ada sekitar 5.500 pencari kerja yang telah mendaftar. Untuk menghindari penumpukan, Disnaker PMPTSP membagi kegiatan menjadi empat sesi selama dua hari pelaksanaan, yakni Rabu (29/10/2025) dan Kamis (30/10/2025), dengan sistem pendaftaran online dan offline terbatas.
“Kami atur agar tidak terjadi penumpukan. Pendaftaran online dibuka lebih dulu, sedangkan pendaftaran offline dibatasi hanya sekitar 500 peserta di sesi kedua besok,” tambahnya.
Disnaker PMPTSP juga meminta setiap perusahaan, untuk melaporkan hasil rekrutmen, guna memantau efektivitas program serta menyesuaikan pelatihan kerja berikutnya agar lebih tepat sasaran. “Harapannya, pelatihan yang kami dan Diskopindag berikan bisa berbeda sasaran, supaya efektif. Setelah pelatihan, peserta punya sertifikat dan bisa langsung melamar pekerjaan,” imbuh Arif.
Sebagai informasi, pada job fair tahun 2024 sebelumnya, dari 15 perusahaan yang ikut serta, ada sekitar 500 pencari kerja yang berhasil terserap. Di tahun 2025 inu, Pemkot Malang berharap angka tersebut bisa meningkat signifikan. (rsy/sit)











