Berita Nasional

Hadapi Ketidakpastian 2026, Allianz Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan

Diterbitkan

-

EKONOMI: Media Workshop bertajuk Peran Media dan Industri Asuransi dalam Membentuk Kepercayaan Publik dan Optimisme Ekonomi 2026 oleh Allianz Indonesia. (ist)

Memontum Kota Malang – Menjelang tahun 2026, Indonesia memasuki fase krusial dalam memulihkan kepercayaan publik di tengah ekonomi global yang masih penuh gejolak. Ketidakpastian pasar, tensi geopolitik, hingga fluktuasi pertumbuhan ekonomi nasional itu, menuntut hadirnya stabilitas baru yang lebih kuat dan inklusif.

Menyikapi kondisi tersebut, Allianz Indonesia menggelar Media Workshop bertajuk Peran Media dan Industri Asuransi dalam Membentuk Kepercayaan Publik dan Optimisme Ekonomi 2026, dengan menghadirkan pengamat ekonomi dan insan media.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Aviliani, memaparkan bahwa sepanjang 2025 ketidakpastian global masih membayangi. Pemilu di 57 negara, polarisasi geopolitik dan rivalitas AS, Tiongkok terus menekan iklim usaha global.

“Situasinya membuat kepastian ke depan justru adalah ketidakpastian itu sendiri. Pemerintah dan dunia usaha harus lebih agile, menerapkan GRC dan memperkuat manajemen risiko,” kata Aviliani, Rabu (10/12/2025) tadi.

Advertisement

Meski begitu, IMF mencatat revisi naik pertumbuhan ekonomi global 2025 menjadi 3,2 persen. Sementara, ekonomi Indonesia menunjukkan pola fluktuatif pada 2025, dari 4,87 persen di triwulan I, naik ke 5,12 persen, lalu melemah tipis menjadi 5,04 persen.

Baca juga :

Aviliani menilai, momentum pemulihan kepercayaan publik sejak Oktober 2025 menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan 2026. Penempatan dana SAL dan Silpa hingga Rp 276 triliun, stimulus 8+4+5, serta pembentukan Satgas P2SP menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menggerakkan roda ekonomi lebih cepat.

“Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka. Yang penting adalah pemerataan dan ekspektasi bahwa hari esok lebih baik dari hari ini,” tambahnya.

Sektor asuransi dinilai menjadi sektor yang tetap kuat di tengah tekanan ekonomi. Total aset industri mencapai Rp 1.181,21 triliun per September 2025, tumbuh 3,39 persen secara tahunan.

Advertisement

Sementara itu, Direktur Kepatuhan Allianz Life Indonesia, Hasinah Jusuf, menyebut bahwa industri terus beradaptasi dengan regulasi baru OJK, mulai dari co-payment, pembentukan Dewan Penasihat Medis (DPM), hingga penguatan underwriting berbasis risiko. Kewajiban pemenuhan ekuitas minimum dan implementasi Lembaga Penjamin Polis (LPP) pada 2028, dianggap sebagai tonggak penting untuk memperkuat perlindungan konsumen.

“Allianz Life dan Allianz Syariah mencatat pendapatan premi Rp 15,2 triliun hingga kuartal III 2025. Ketahanan industri bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga persepsi publik. Karena itu sinergi pemerintah, industri dan media menjadi sangat penting,” imbuh Hasinah. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas