Blitar

Wali Kota Blitar Launching SPPT PBB

Diterbitkan

-

Wali Kota Blitar Launching SPPT PBB

Memontum Blitar – Pemerintah Kota Blitar terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menyadari Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah terbesar, dan guna meningkatkan capaian tersebut, Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar melalui Wakil Wali Kota Blitar, Santoso melaunching SPPT PBB P2 di Kantor Wali Kota, Senin (12/03/2018).

Mengawali Kegiatan Pemungutan PBB P2 Di Kota Blitar pada Tahun 2018, maka Pemerintah Kota Blitar menyelenggarakan Acara Serah Terima SPPT PBB P-2 Tahun 2018 Kota Blitar kepada seluruh kelurahan se-Kota Blitar.

Dalam kesempatan tersebut, Samanhudi Anwar mengapresiasi capaian PBB Kota Blitar tahun sebelumnya yang telah memenuhi target. Dengan capaian target yang menantang di tahun 2018 ini, Wali Kota berharap semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan PBB untuk bersinergi. Mulai dari tim intensifikasi PBB sampai di tingkat Kelurahan.

“Jika target realisasi PBB tahun 2018 adalah sebelas miliar rupiah dengan jumlah SPPT Kota Blitar ini lebih dari 47 ribu. Maka semua pihak yang terkait dengan pengelolaan pbb perlu kerja keras agar target di Kota Blitar ini bisa terpenuhi”. kata Samanhudi Anwar, Senin (12/03/2018).

Advertisement

Samanhudi Anwar mengakui, bahwa setiap Lurah tentu sudah memahami karakter warganya masing-masing.

“Tiap kelurahan memang memiliki karakteristik masyarakat yang berbeda, sehingga kita harapkan pendekatannya juga berbeda, disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat”, tandas Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Keuangan, dan Aset Daerah Kota Blitar, Widodo Saptono menjelaskan, pengelolaan PBB memerlukan manajemen yang tertib dan akuntabel. Dimana tahun lalu, pemungutan PBB melampaui target sebesar 107,59 persen.

“Dengan launching ini diharapkan pelaksanaan pemungutan PBB dapat mendapatkan perhatian dari semua pemangku kepentingan. Proses launchingnya ditandai dengan penyerahan SPPT PBB Tahun 2018 kepada masyarakat sebagai wajib pajak melalui kelurahan dan kecamatan”, jelas Widodo.

Advertisement

Lebih lanjut Widodo menyampaikan, setelah launching ini dirinya berharap agar SPPT benar – benar segera sampai kepada wajib pajak dan pemungutan lebih intensif. Sehingga pembayaran PBB dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Berbekal pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Widodo mengharapkan kepada tim intensifikasi PBB Kota Blitar, para camat, lurah, koordinator pamong blok, pamong blok dan pjp, untuk selalu meningkatkan upaya pemungutan kepada setiap wajib pajak dengan teknik-teknik yang lebih efektif, lebih persuasif, , termasuk melakukan dengan pengurus rt/rw serta tokoh masyarakat di masing – masing kelurahan agar masyarakat dengan sadar segera melunasi PBB-nya.

“Saya melihat perlu ada inovasi, kreasi, teknik, dan strategi kinerja kita untuk menyesuaikan diri dengan kultur dan kondisi di wilayah masing-masing. bisa jadi teknik penagihan PBB di satu kelurahan berbeda dengan kelurahan yang lain. bahkan antar RT/RW dalam satu kelurahan pun kultur masyarakatnya berbeda, sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda pula”, pungkasnya. (jar/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas