Kota Malang
Mayday Kota Malang, Area Depan DPRD Dipenuhi Buruh Tuntut Kesejahteraan

Memontum Kota Malang – Ratusan buruh semalang raya bersama mahasiswa memperingati Hari Buruh/ Mayday di depan Balai Kota Malang, Rabu (1/5/2019) pagi. Seperti Mayday dari tahun ke tahun, para demonstran menyuarakan tentang rasa keadilan kepada buruh. Sebab masih banyak ketidakadilan yang dialami buruh. Mereka juga menyuarakan tentang masih adanya upah dibawah UMR (Upah Minimum Regional). Mereka juga meminta penghapusan UU Outsourcing dan penghapusan UU No 13 tentang ketenagakerjaan.
” Kami meminta keadilan sebab masih banyak pelanggaran hak buruh. Diantaranya tidak memberikan santunan kepada karyawan yang sakit, tidak membayar hak cuti dan juga masih ada yang membayar gaji dibawah UMR. Kami memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Agung Feri, Korlap aksi.

Kapolres Malang AKBP Asfuri mengajak buruh agar tetap menjaga ketertiban demi kondisifitas Kota Malang. (ist)
Karena jumlah buruh dan mahasiswa yang memperingati Mayday Depan Balai Kota Malang dan gedung DPRD Kota Malang, cukup banyak membuat petugas Polres Malang Kota mensiagakan personilnya dalam jumlah besar yakni sebanyak 300 anggota. Namun kali ini pengamanan oleh petugas cukup humanis.
Gabungan petugas kepolisian dari unit Reskrim, Intel, Sabhra, Reskoba, UnIt Lantas bahu membahu melakukan pengamanan. Selain itu petugas TNI juga disiagakan agar kondisi demontrasi berjalan aman.
Supaya aksi demo ini tetap berjalan kondusif, petugas Polres Malang Kota menyediakan panggung kecil untuk pemberian door prize undian yang berisi alat-alat rumah tangga. Pengundian ini dilakukan saat ptoses unjuk rasa hingga situasi tetap konfusif.
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK MH mengatakan bahwa pembagian door prize ini sengaja dilakukan dalam upaya menjaga kondisifitas aksi unjuk rasa.
” Supaya para buruh bisa merasa terhibur, senang saat menyalurkan aspirasinya. Ini kami lakukan untuk mencairkan suasana agar unjuk rasa tetap berjalan kondusif dan tertib. Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada buruh yang berjuang demi keluarganya dan juga tertib saat berunjuk rasa,” ujar AKBP Asfuri. (gie/yan)
















