Kota Malang
Disdikbud Kota Malang Ajukan Nota Dinas PTM Mulai Senin Depan

Memontum Kota Malang – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Malang, yang dijadwalkan akan berlangsung mulai Maret ini, masih belum dipastikan. Meski pun, di satu sisi kasus penyebaran Covid-19 di Kota Malang, saat ini sudah mengalami penurunan.
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan menurunnya kasus positif Covid-19 dan meningkatnya kesembuhan, merupakan bentuk dari kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan (Prokes) serta cerminan dari herd Immunity yang terbangun dengan baik. “Artinya, saya punya keyakinan herd Immunity dan kesadaran masyarakat terbangun dengan baik. Kalau itu sudah, maka PTM juga tidak menutup kemungkinan dibuka lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (02/03/2022) tadi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, sebagaimana keteranganya sebelumnya, menyampaikan bahwa PTM kemungkinan akan kembali digelar dalam waktu dekat atau Maret. Dengan catatan, melihat perkembangan kasus Covid-19.
Baca juga:
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
“Insyaallah, pekan depan. Tetapi tetap, keputusan semua ada di Ketua Satgas, dalam hal ini Wali Kota Malang. Kami tetap akan membuat nota dinas untuk memohon PTM, bisa masuk di pekan depan atau Senin (07/03/2022), kalau tidak salah,” ujar Suwarjana.
Untuk mekanisme PTM yang dilakukan mendatang, ujarnya, akan menggunakan skema baru. Yakni, murid akan masuk 100 persen namun dibagi menjadi dua shift. “Siswa yang masuk akan dibagi pagi dan siang. Pagi mulai jam 07.00-11.00, sedangkan siang 13.00-15.00. Ada jeda waktu untuk penyemprotan disinfektan di ruang kelas,” katanya.
Menurut Suwarjana, dari murid maupun orang tua, memang banyak sekali yang menginginkan PTM kembali digelar. Ada pun angkanya, lebih dari 80 persen. (cw2/sit)
















