Kota Malang

Dugaan Plagiat PR I UIN, Polisi Periksa Saksi

Diterbitkan

-

Dugaan Plagiat PR I UIN, Polisi Periksa Saksi

“Buka ini dibuat oleh Zainudin sebagai syarat kenaikan pangkat. Buku karya Zainudin berjudul ‘Paradigma Pendidikan Terpadu, Menyiapkan Generasi Ulul Albab’ ada bagian yang sama persis dengan buku karya Pak Imam Suprayogo berjudul ‘Paradigma Pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi’. Lebih dari 70 persen buku itu plagiat dari buku Pak Imam,” ujar Subaryo.

Bahkan informasinya saat ini petugas sudah memeriksa beberapa saksi termasuk Prof Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Maliki yang disebut-sebut bahwa bukanya telah diplagiat oleh Dr HM Zainudin. Sedangkan saksi lainnya yang sudah diperiksa adalah Prof Mudjia Raharjo dan Prof Baharudin dan Dr Su’aib.

Pada Jumat (6/4/2018) ,malam, saat di temui di rumahnya Prof Imam Suparyogo mengatakan bahwa awalnya dia tidak tahu kalau bukunya di plagiat. “ Ini bukan dugaan, tapi sudah plagiat. Lha memang isinya sama. Awalnya Pak Zainudin mau naik menjadi guru besar, harus menyerahkan karya ilmiah, bukunya, penelitiannya. Sebelum dikirim ke Jakarta, buku terlebih dahulu diperiksa Prof Baharuddin. Saat itulah diketahui kalau bukunya kok sama dengan buku saya,” ujar Imam Suprayogo.

Saat Imam Suprayogi diperiksa sebagai saksi, dia baru mengatahui bahwa bukan hanya bukunya saja yang di plagiat. Melainkan juga beberapa makalah nya juga di plagiat dan diramu dalam buku tersebut. “halaman 169 mengambil makalah yang berjudul paradigma pengembangan keilmuan di perguaruan tinggi. Halaman 170-171 mengambil makalah.

Advertisement

“Membangun Integrasi ilmu dan agama pengalaman UIN Malang. Halaman 173 mengambil dari makalah melihat dan menawarkan reformulasi kembali kajian Islam, serta beberapa makalah lain. Sedangkan halaman 191-200 mengambil dari buku saya yang berjudul paradigma pengembangan keilmuan di perguaruan tinggi. Jadi 40 halaman dari buku itu diplagiat antara 90 persen,” ujar Imam Suprayogo.

Bahkan pada 30 November 2016, Zainudin sudah pernah meminta maaf kepada Imam Suprayogo. “Pak Zainudin pernah datang ke saya. Dia mau klarifikasi kepada saya. Saat itu saya jawab, plagiat kok ada dugaan. Saat itu saya minta dia mengambil bukunya. Saat itulah saya tahu. Itu bahasa saya, itukan namanya plagiat. Daftar pustakaan juga tidak ada nama saya. Saat itu dia membuat permintaan maaf secara tertulis,” ujar Imam Suprayogo. (gie/nay)

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas