Pendidikan
Kadikbud Kota Malang Wacanakan PeduliLindungi di Tingkat SMP se-Derajat

Memontum Kota Malang – Rencana pengimplementasian aplikasi PeduliLindungi di Kota Malang mulai menyasar bangku sekolah. Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di ranah pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Suwarjana, merasa perlu diterapkannya aplikasi tersebut untuk menunjang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Namun, dirinya mengatakan bahwa tidak semua jenjang pendidikan di bawah naungan Dikbud Kota Malang akan diterapkan PeduliLindungi. “Saya rasa Aplikasi PeduliLindungi di ranah sekolah perlu sekali. Tapi, mungkin yang akan kami coba hanya di jenjang SMP sederajat,” kata Suwarjana, Rabu (03/11/2021).
Baca juga:
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
- Bupati Pekalongan Dua Periode Terjaring OTT KPK
Pemilihan jenjang tersebut, dijelaskan mantan Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, ini dilandaskan atas beberapa pertimbangan. “Yang pertama, mayoritas siswa-siswi SMP itu sudah membawa dan menggunakan HP. Kedua, capaian vaksinasi dosis pertama di SMP juga sudah mencapai 100 persen,” terangnya.
Lebih lanjut Suwarjana menjelaskan, kemungkinan hanya sedikit murid SMP yang belum tervaksin karena terkendala usia. “Di Kota Malang masih ada anak usia di bawah 12 tahun sudah masuk SMP, jadi ketika 5 tahun dia masuk SD. Nah itu kan tidak bisa tervaksin karena umur. Tetapi kalau siswa SD berumur 12 tahun, insyaallah sudah divaksin semua,” terang Suwarjana. (mus/sit)
















