Hukum & Kriminal

Kapolsek Bandaran Klaim Massa Demo Karena Teriakan Keluarga Pasien

Diterbitkan

-

Ratusan warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan saat demo di Puskesmas Bandaran (8/6/2020)
Ratusan warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan saat demo di Puskesmas Bandaran (8/6/2020)

Memontum Pamekasan – Beredarnya video demo Corona di Puskesmas Bandaran, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan membuat kepolisian turun tangan. Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari melalui Kapolsek Tlanakan AKP Sahrawi mengklaim massa demo berawal dari teriakan keluarga pasien.

Sebelumnya, video berdurasi 2 menit 21 detik yang direkam salah seorang warga yang ada di sekitar Puskesmas Bandaran viral di sosial media (Medsos). Dalam video itu, tampak masyarakat baik tua, muda, memadati Puskesmas Bandaran.

Perekam video mengatakan bahwa ada unjuk rasa sebab ada orang yang sakit biasa dianggap Corona. “Sehingga famili dan keluarga serta warga tidak terima,” kata perekam video viral tersebut.

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari melalui Kapolsek Tlanakan, AKP Sahrawi mengatakan, keributan yang terjadi di Puskesmas Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan terjadi Senin (8/6/2020). Namun, kerumuman massa itu diklaim bukan demo Corona.

Advertisement

Sahrawi mengatakan, kejadian itu berawal dari salah satu pasien bernama Tahir (51) yang masuk ke Puskesmas Bandaran pada Minggu pagi dan dirawat disana. Berselang beberapa kemudian, ada teriakan dari pihak keluarga pasien dari dalam Puskesmas menuju keluarganya di parkiran Puskesmas.

Sebab, keluarga pasien tidak berkenan mengikuti petunjuk pihak Puskesmas agar pasien dirujuk ke RSUD dr Slamet Martodirjo. Otomatis, karena Puskesmas itu berdampingan dengan pasar Bandaran, maka masyarakat yang ada di pasar itu ingin tahu ada apa di Puskesmas, sehingga terjadilah keramaian disana. “Kalau masalah unjuk rasa itu tidak ada,” klaimnya.

Versi Kapolsek, setelah pihaknya berkordinasi dengan keluarga pasien dan pihak Puskesmas. Kedua belah pihak sepakat agar si pasien tidak dirujuk ke RSUD dan tetap dirawat di Puskesmas.

“Kondisi pasien, berselang beberapa jam meninggal dunia. Karena pasien memiliki riwayat sakit diabetes dan TBC sebelum masuk ke Puskesmas,” jelasnya.

Advertisement

Ditanya pasien terpapar corona atau tidak, pihaknya menegaskan belum ada statemen dari pihak Puskesmas setempat. “Perihal itu, belum ada statemen dari pihak Puskesmas Bandaran,” terangnya. (adi/yan)

 

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas