Kabupaten Malang

Korban Seharian Tak Pulang, Ingin Pulang ke Rumah Nenek

Diterbitkan

-

Korban Seharian Tak Pulang, Ingin Pulang ke Rumah Nenek

Memontum Malang – Selasa (19/6/2018) lalu, korban Saiful tidak pulang ke rumahnya sepanjang siang-sore. Ia bermain di luar rumah. Bersamaan itu, tersangka Ani mengetahui jika amplop putih ada yang tidak berisi uang.

Amplop itu berisi Rp 50 ribu lebih, terpecah menjadi Rp 5 ribu dan Rp 10 ribuan. “Sedianya, uang itu dipakai ibunya untuk memberi ke anak kecil lainnya karena masih Lebaran,” cerita Ipda Yulistiana kepada Memontum.com.

Selasa sore, korban tak kunjung pulang. Rupanya, sang ibu, sudah memendam kekesalan, sekitar pukul 17.00, korban diseret masuk rumah. Ia lebih dulu ditanyai perihal uang yang dicurinya. Korban pun mengakuinya. Ia juga ingin pulang ke Lamongan.

Di rumah itu, Saiful menghadapi ibu kandungnya. Sang bapak berada di tempat lain. Dua hari sekali, sang bapak pulang. Sang ibu leluasa memarahi korban. Terlihat kotor dan belum mandi sore, sang anak dimasukkan ke kamar mandi.

Advertisement

( Baca; Ibu Kandung Gigit Anak, Gara-Gara Curi Uang Lebaran )

Di kamar mandi itulah sang anak dipukuli tersangka. Sebelumnya, korban dilucuti pakaiannya. Gelap mata, sang ibu sempat menggigit korban. “Saat penganiayaan terjadi, saksi-saksi mendengar dari luar, karena posisi tersangka dan korban dalam rumah,” sebut Yulistiana.

Dugaan ada penganiayaan sebelum kejadian ini juga mencuat. “Lengan tangan sebelah kanan atas digigit tersangka. Menurut saksi-saksi, tersangka ini temperamental. Sering saksi mendengar teriakan si anak dari luar, ” ucap Yulistiana.

Ada dugaan pula, si anak ingin memakai uang curian Rp 26 ribu untuk pulang ke Lamongan. Lamongan, kata Yulistiana, merupakan asal si korban dan tempat tinggal sang nenek. Korban diperkirakan tak betah tinggal dengan sang ibu yang mudah naik pitam. (sos)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas