Tak Berkategori
KPU Ajak Generasi Jaman Now Terlibat Sistem Politik

Memontum Kota Malang — Pada gawe Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019, KPU Kota Malang menargetkan minimal 70 persen pemilih tercapai. Tentunya angka ini meningkat dibanding periode sebelumnya yang tercapai di angka 65 persen. Untuk mengisi atau menaikkan target tersebut, KPU membidik segmentasi kaum muda dan pemilih baru mulai usia 17 tahun.
“Strateginya mengikuti trend generasi jaman now, seperti cangkrukan, iklan, tatap muka, bintang santai, nobar, dan lainnya, seperti nobar Darah Biru Arema (DBA) bulan Maret, update kegiatan KPU melalui medsos, diunggah melalui youtube Garudeya TV, dan lainnya,” jelas Ketua KPU Kota Malang Zaenudin ST MAP, saat menjadi adalah salah satu pembicara Media and Community Discussion bertemakan “Menyambut Pesta Demokrasi Di Malang Dalam Pilkada Jatim 2018” di ruang Majapahit 1-2, Hotel Santika Premiere Malang, Senin (5/2/2018).

Para peserta antusias menyimak dan bertanya. (rizky pratama)
Dalam diskusi yang membahas pelaksanaan Pilkada, sekaligus memperkenalkan penginisiasi acara KompasTV sebagai Rumah Pilkada 2018, dihadiri beberapa komunitas mahasiswa dan awak media. Selain Zaenudin, juga menghadirkan pembicara lain, diantaranya Yogi Nugraha (Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV), Zaenudin (Ketua KPU Kota Malang), Alim Mustofa (Ketua Panwaslu Kota Malang), dan Wachid Mukaidori (Wartawan Senior Surabaya), yang dipandu oleh Prisca Clarissa, News Presenter KompasTV.
Dari 660 ribu pemilih kota Malang yang tercatat dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Dimana 20 persen belum menikah, 9 persen pernah kawin (duda atau janda), mulai usia 17 tahun 7 persen, dibawah usia 40 tahun 48 persen, dan lainnya.
“Sebenarnya, secara tidak langsung seharusnya pemilih baru bertambah, yaitu generasi muda atau usia mulai 17 tahun setelah 5 tahun yang lalu. Itu statistik, namun prakteknya belum tentu. Untuk itu, kami mengajak para stakeholders, pemerintah, dan lainnya saling membahu dalam kebersamaan, sehingga tercipta kebudayaan kompak tersebut sebagai pilot project Pilkada di tanah air,” jelas Zaenudin.
Zaenudin berpesan kepada generasi Millennial untuk berani masuk dan terlibat sistem dalam merubah keadaan dengan membangun budaya politik, meski dampaknya tidak langsung dirasakan saat ini. Hal tersebut sebagai salah satu upaya strategi peningkatan pemilih dan pendidikan politik pada generasi muda.
















