Tak Berkategori
KPU Ajak Generasi Jaman Now Terlibat Sistem Politik

Sementara Ketua Panwaslu Kota Malang, Alim Mustofa, mengatakan Panwaslu juga menargetkan peningkatan hak pilih di Mutarlih, dengan edukasi tata cara memilih, keterlibatan pemerintah daerah, serta mengawal proses pelaksanaan Pemilu.
“Bawaslu menggandeng kalangan santri untuk bertugas mengawasi dunia medsos. Termasuk mahasiswa atau masyarakat umum sebagai pengawas partisipan. Jika ada temuan pelanggaran, laporkan ke Panwaslu di Teluk Cendrawasih. Khususnya pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana pemilu, dan pelanggaran kode etik,” jelas Alim.
Segmentasi kaum muda sebagai pemilih pemula diperhatikan. Untuk itu, ikuti arus pola anak muda. Dari penelusuran di lapangan, mereka tahu sebentar lagi Pilkada, hanya mereka tak tahu kapan dan siapa calonnya.
“Sikap mereka apatis kritis, sehingga mereka tak tertarik hal yang menurut mereka politis praktis. Karena paradigma yang ada, politisi itu koruptor, dengan banyaknya politisi atau pejabat tangkapan KPK. Apalagi ada pendapat, politisi yang terpilih harus mengembalikan, sehingga dana APBN atau APBD jadi bancakan. Tantangan itu yang harus kita edukasikan bagaimana politik yang baik,” papar Wachid Mukaidori, Wartawan Senior Surabaya.
Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV, Yogi Nugraha, menyampaikan bahwa komitmen sebagai media sesuai prinsip jurnalistik harus dipegang pemilik dan pemimpin media. Media tak boleh keberpihakan. “Saat ini, kebenaran bukan berdasarkan rasional, namun berdasarkan emosional. Teknologi boleh berubah, tapi etika tidak boleh berubah. Politik bukan lagi regenerasi, namun siapa yang kuat bayar mahar. Padahal seharusnya politik lebih produktif sebagai festival ide dan gagasan yang lebih baik,” terang Yogi.
Dari 132 juta pengguna internet, 50 persen paling aktif dimana sebagian besar kaum muda yang melek teknologi. Sementara sebagian besar media yang memiliki jaringan lokal, seperti KompasTV menerapkan kebijakan 10 persen jam siar berisi konten lokal. “Frekuensi yang kami gunakan merupakan milik masyarakat, jadi sajiannya harus proporsional, agar dapat mewakili aspirasi lokal,” tukas Yogi. (rhd/yan)
















