Bondowoso
Pemkab Bondowoso Pertimbangkan Tambahan Honor Pegawai K2 Teknis

Memontum Bondowoso – Kabar gembira bagi 150 pegawai honorer K2 teknis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso yang terdaftar database. Ini karena, pemkab akan mempertimbangkan tambahan honor bagi ratusan pegawai honorer K2 teknis yang tersebar di puskesmas, kecamatan, dan sejumlah OPD di kabupaten berjuluk Kota Tape.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat usai menghadiri acara silaturahmi Forum Honorer Kategori 2 Teknis (FHK2T) di Wisma Wabup setempat pada Ahad kemarin (16/6/2019).
”Selama ini honor pegawai honorer K2 teknis tidak seberapa. Kalau K2 nonteknis di pendidikan dapat tambahan honor Rp 400 ribu dari APBD dan di Bosda dapat kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu, menjadi tiap bulan bisa dapat Rp 750 ribu. Sehingga, pertimbangan kami pegawai honorer K2 teknis dapat honor sekitar Rp 500 ribu per bulan,” kata Wabup Irwan.
Namun, menurut dia, pegawai honorer K2 teknis yang dipertimbangkan mendapatkan tambahan honor harus yang sudah terdaftar di database pemkab. Selain itu, mereka pernah mengikuti tes yang dilakukan sekitar 2013 lalu.
”Makanya, menambah honor pegawai honorer K2 teknis, ini masih menjadi pertimbangan dan belum terealisasi. Mungkin nanti dibahas dalam PAK APBD,” ujarnya.
Wabup Irwan menjelaskan, pegawai honorer K2 teknis, sejatinya tidak menuntut menjadi PNS, karena usianya banyak yang lebih 40 tahun. Namun, ada juga yang usianya masih muda.
”Yang usianya masih muda, ini kemungkinan bisa ikut atau diajukan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK/P3K). Karena, menjadi P3K akan mendapat penghasilan setara dengan PNS dan fasilitas tunjangan sama dengan PNS, seperti tunjangan kematian dan tunjangan kecelakaan kerja,” jelasnya. (ido/yan)
















