Surabaya
Tiap Tahun, UMKM di Jatim Meningkat 12,1 Juta

Antara 2009 awal sampai 2012, kenaikan sampai 200 persen terhadap jumlah UMKM. Sedangkan sensus 2016 lebih rinci lagi, “kami gunakan data BPS by name by addres, akhirnya ketemu 12,1 itu. 7,5 juta ialah UMKM pertanian, 4,6 juta adalah UMKM non pertanian,” terang Soekarwo.
Dari itulah kemudian pemprov selalu akan fokus terhadap industri. Karena pada saat perjanjian Trading di Moscow, bahwa digital ekonomi adalah pionir bukan industri.
Namun Soekarwo tidak stuju dengan pernyataan itu. Menurutnya, proses industrialisasi itu menjadi lebih penting prosesnya, ketimbang ikut perjanjian di Trading itu. “Itulah yang membawa pikiran-pikiran kami untuk melakukan penulisan buku,” katanya.
Sedangkan Faisal Basri selaku pakar ekonomi, menganggap pelucuran buku Soekarwo itu cukup relatif konsisten. Ia pun mencoba menelaah dengan sejarah tentang Jawa Timur pada 35 tahun yang lalu.
Dari buku yang ia baca, terbitan oleh Oxford University Press dengan judul Balance Development East Java Under Your Or Dead pada 25 tahun di rezim orde baru silam. Buku itu membuktikan jika Jatim itu berbeda dengan provinsi lainnya. “Sekedar informasi, penerbit ini bukan penerbit sembarangan memilih buku yang akan dia publis,” katanya.
Buku tersebut menceritakan, tentang kasus pembangunan yang seimbang di Jawa Timur dengan pembangunan yang harmonis. Yang membuat kabupaten-kabupaten di Jawa Timur itu tidak jomplang dengan maju secara seksama.
Menurutnya, harmonisasi itu antara sektor perindustrian antara sektor pertanian dan manufakur dan jasa, semuanya dalam konteks relative.
“Nah, 2018 terbitlah buku ini, berkaca dari liberisasi ekonomi dari seorang gubernur yang sudah 10 tahun memimpi Jawa Timur, yang tidak membalikan Jatim, tapi memperkokoh ciri dari Jatim yang mampu menjadi contoh provinsi-provinsi lain,” puji Basri. (sur/ano/yan)
















