Kota Malang
UTHM Kunjungi Polinema, Jajaki Poin MoU Kerjasama Internasional

Inisiator kerjasama, Dr. Nawir Rasidi, ST, MT, mengungkapkan, upaya kerjasama internasional tengah dilakukan oleh kedua kampus. Untuk bidang akademik seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, double degree program (misal mahasiswa D4, kuliah 3 tahun di Polinema, 1 tahun di UTHM, dapat 2 ijazah), dan lainnya. Sedangkan non akademik seperti join research, publikasi ilmiah, dan lainnya.
“Kedua kampus ini sama-sama di bidang vokasi. Peralatan di UTHM cukup canggih, Polinema bisa belajar dan aplikatif disana. Sementara UTHM bisa mencari apa yang dibutuhkan di Polinema untuk transformasi ilmu di sana,” jelas pria yang didapuk sebagai Ketua Panitia ini.

Dosen dan mahasiswa Teknik Polinema turut menyaksikan. (rhd)
Kepala Laboratorium Struktur ini menyampaikan, jika kerjasama internasional sudah tertuang dalam MoU, besar kemungkinan biaya kuliah dan biaya hidup menetap digratiskan atau ada pola kerjasama lain, penelitian bersama melibatkan kedua kampus di tingkat internasional, sharing jurnal penelitian Scopus, dan lainnya. “Yang pasti akan banyak manfaat dan keuntungan yang akan didapat dari kerjasama ini,” tukas Nawir.
Sementara itu, Dekan Faculty Of Civil and Enviromental (FKAAS) UTHM, Assoc Prof Ts. Dr. Moh. Haziman Wan Ibrahim mendukung penuh upaya kerjasama yang dilakukan oleh Polinema dan UTHM. Menurutnya, adanya kerjasama tersebut dapat memperkuat kedua perguruan tinggi, khususnya dalam hal penelitian terbaru dibidang teknik sipil.
“Kerjasama dengan Polinema baru pertama kali, dan kita dukung penuh. Khusus joint publication, kita akan melihat apakah publication milik mahasiswa itu bagus atau tidak. Kita punya reviewer Scopus, mungkin bisa kita bantu,” kata Haziman, dengan aksen Melayunya. (rhd/yan)
















