Kota Malang
Peserta Ujian SBMPTN dan Daftar Ulang SNMPTN Tumplek Blek

Hindari akses jalan sekitar kampus UB, UM dan UIN
Memontum Kota Malang — Menjelang pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 pada Selasa (8/5/2018), ribuan peserta menyerbu beberapa lokasi ujian sehari sebelumnya. Rerata mereka tak ingin salah alamat masuk ruangan saat pelaksanaan SBMPTN. Sebab sebagian besar merupakan warga dari luar kota, pun warga Malang Raya, yang notabene jarang memasuki kampus atau sekolah tempat pelaksanaan ujian.
“Saya diantar orang tua untuk melihat tempat ujian. Maklum kami dari Lumajang, dan kemarin sore baru tiba dan menginap di rumah saudara di Malang. Biar saat ujian ga kesulitan menemukan ruangannya, apalagi sampai salah masuk. Toh banyak temannya, kebetulan saya dan 2 teman ini ujiannya di UB, 4 teman lainnya ada yang di UM dan UIN. Ga pa-pa sekarang repot, daripada besok telat ujian,” ungkap Rara, salah satu peserta ujian rombongan dari Lumajang, ditemui Memo X di UB, Senin (6/7/2018).
Tentunya, antisipasi peserta ini mengikuti pesan yang disampaikan panitia SBMPTN. “Dihimbau kepada para peserta SBMPTN 2018 agar memastikan lokasi tempat ujiannya sekurang-kurangnya satu hari sebelum tanggal pelaksanaan agar dapat mengikuti ujian secara tepat waktu. Dihimbau agar para peserta mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan tidak terbujuk oleh janji-janji dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” mengutip pesan Ketua Panitia Pusat SNPMB PTN 2018 Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS� dalam website SBMPTN, sembari ditambahkan catatan hasil seleksi SBMPTN 2018 akan diumumkan pada 3 Juli 2018. �
Sementara itu, para siswa yang telah diterima melalui jalur SNMPTN dipersilahkan daftar ulang di masing-masing PTN tujuan pada 8 Mei 2018 jam 07.00 waktu setempat, dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan. Tentunya, bagi masyarakat Malang Raya yang menggunakan akses jalan sekitar kampus tersebut, diharapkan sabar atau memilih alternatif jalan lain agar terhindar dari kemacetan.
Sebagai informasi, untuk pelaksanaan SBMPTN di Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim ada sekitar 38.890 peserta mengikuti SBMPTN 2018. Jumlah tersebut terdiri dari Saintek 16.310 peserta di UM, Soshum 17.242 peserta di UB, Campuran 3.588 peserta di UIN, dan UTBK dekstop 1.750 peserta, yang terbagi UM 825, UB 745 dan UIN 180 peserta. Dari jumlah tersebut, ada beberapa peserta difabel, diantaranya Saintek 2 orang (Tuna rungu 1 dan Tuna daksa 1), Soshum 8 orang (Tuna netra 2, Tuna rungu 4, Tuna wicara 1, Tuna rungu dan wicara 1), dan Campuran 3 orang (Tuna netra 2, dan Tuna rungu 1).
Ujian tulis dilaksanakan dengan memilih 1 (satu) dari 2 (dua) metode, yaitu Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dimana pelaksanaan UTBK menggunakan desktop (PC) yang disediakan panitia. Sementara UTBK menggunakan perangkat bergerak (Tablet atau Telepon Pintar) berbasis Android yang dibawa sendiri oleh peserta hanya berlaku di Panlok Bandung. Sementara, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti Ujian Keterampilan (UK) yang ditentukan oleh masing-masing PTN tujuan pada tanggal 9 Mei 2018 dan/atau 11 Mei 2018.
Materi Ujian Tulis terdiri atas Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) terdiri atas mata uji Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, TPA Verbal, TPA Numerikal, dan TPA Figural; Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika IPA, Biologi, Kimia, dan Fisika; Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi. (rhd/yan)
















