Connect with us

Jember

Toko Ritel Berjaringan Mulai Abai Protokol Kesehatan

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Ketua Satgas Covid-19 Desa, yang juga Kepala Desa (Kades) Jubung, Bhisma Perdana, bersama dengan Muspika setempat, dan Kapolsek Sukorambi, AKP Sigit Budiono, temukan pengelola minimarket berjaringan mulai abai dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

Pelanggaran ini ditemukan saat berkeliling memantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di pusat-pusat keramaian yang ada di wilayah Desa Jubung.

Baca juga:

Perusahan ritel berskala nasional itu tidak menyediakan sarana cuci tangan dan hand sanitizer di area toko mereka.

Padahal pemerintah telah mewajibkan setiap pengusaha untuk selalu menyediakan sarana cuci tangan dan hand sanitizer untuk memutus penularan virus mematikan yang menyerang saluran pernafasan itu.

“Kami melakukan pemantauan ini, sebagai langkah upaya meminimalisir penyebaran virus corona itu. Mengingat juga adanya varian baru virus corona yang harus kita waspadai,” kata Bhisma saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Terkait temuan pelanggaran di minimarket, Bhisma sangat prihatin. Pasalnya perusahaan besar seharusnya menjadi contoh penerapan protokol kesehatan.

“Ini sangat memprihatinkan minimarket berskala besat tapi ada yang tidak punya tempat cuci tangan, dan hand sanitizer. Sehingga itu kita catat sebagai temuan, dan tindakan kita akan melaporkan hal ini ke tim Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten,” tegasnya.

Untuk pemantauan prokes yang dilakukan oleh Pemdes Jubung, adalah sebagai bagian dari diterapkannya PPKM skala mikro.

“Sehingga kita juga wajib turun dan melakukan pemantauan. Terkait sanksi apa bagi yang tidak ada kelengkapan Prokes, nanti kita laporkan dan tindakan dari Satgas di tingkat kabupaten,” katanya.

Sementara itu penanggung jawab Alfamart, Ridho Pratama, saat dikonfirmasi terpisah, berdalih ketiadaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer karena pihaknya masih menunggu kiriman dari pusat.

“Sudah beberapa bulan terakhir tidak ada, kita masih nunggu kiriman,” kata Ridho saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Dengan ketiadaan hand sanitizer itu, katanya, pihak toko diingatkan agar ada kelengkapan prokes yang lengkap.

“Disarankan kiat harus menyediakan sarana untuk prokes itu, tadi dicatat, dan katanya akan didatangi lagi untuk dicek. Karena sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid apalagi muncul Varian baru,” katanya.

Sebagai informasi jumlah warga di Kabupaten Jember yang terinfeksi Covid-19 semakin menunjukan penurunan.

Berdasarkan rilis data Satgas Covid-19 Jember, hari Rabu (19/05/2021) jumlah pasien corona yang dirawat di rumah sakit tinggal 11 orang sedangkan yang menjalani isolasi mandiri hanya 4 orang. Bahkan pada sehari sebelumnya tercatat nol penambahan terkonfirmasi positif.

Namun jenis varian baru Covid-19 B117 strain UK sempat ditemukan telah menginfeksi seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember yang pulang kampung dari negeri jiran Malaysia.

Beruntung kasus ini cepat terdeteksi oleh petugas saat melakukan swab di asrama Haji Sukolilo, sehingga pasien tersebut segera mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura Surabaya. (rio/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.