Kabupaten Malang
Capaian Vaksinasi Booster Rendah, Dinkes Kabupaten Malang Terus Lakukan Edukasi dan Vaksinasi

Memontum Malang – Vaksinasi dosis ketiga atau booster di Kabupaten Malang, masih tergolong rendah. Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) per 2 Agustus lalu, tercatat capaian vaksin booster Kabupaten Malang, masih berkisar di angka 15,59 persen atau jauh dari standar sebesar 50 persen.
Sedangkan secara keseluruhan, prosentase capaian vaksin dosis pertama di Kabupaten Malang, telah mencapai 88,26 persen. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, mencapai 77,82 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Mursyidah, membenarkan bahwa capaian vaksinasi booster masih cukup rendah. Kondisi itu, karena diakibatkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi sebagai anjuran pemerintah.
“Kebanyakan, masyarakat merasa Covid-19 sudah hilang. Di satu sisi, masyarakat juga beralasan, tidak bepergian ke mana-mana. Kondisi inilah, yang terus dilakukan edukasi,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (05/08/2022) tadi.
Baca juga:
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
- Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Ojol di Kota Malang Keluhkan Pendapatan Harian
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
Untuk mensiasati ini, pihaknya sebenarnya sudah sangat optimal. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Malang telah berusaha dengan cara menggerakkan stakeholder untuk bersama-sama mensukseskan vaksinasi. Termasuk, didukung maksimal lembaga atau instansi vertikal.
“Ini masih terus berproses. Apalagi, sebelumnya seperti moda transportasi beberapa waktu lalu masih belum mensyaratkan kewajiban vaksin booster. Meski pun, kemudian sekarang sudah mewajibkan kembali,” terangnya. (sit)
















