Lumajang

Pendamping PKH Yosowilangun Ngaku Kurang Kalau Hanya Dikasih Rp 300 ribu

Diterbitkan

-

Pendamping PKH Yosowilangun Ngaku Kurang Kalau Hanya Dikasih Rp 300 ribu

Memontum Lumajang – Kades Yosowilangun Kidul, Zainul Anwar Prihatin atas persoalan yang menimpa warganya yang menjadi agen BPNT dan Kades membenarkan pemberitaan media ini sebelumnya dimana menurut keterangan Hendrik (agen BPNT ) Desa Yosowilangun Kidul, merasa tidak nyaman atas perlakuan pendamping PKH yang memarahinya karena uang yang diberikan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Saya sudah panggil yang bersangkutan ke Kantor Desa, Hendrik mengatakan seperti yang sudah diberitakan di media, bahwa Rini selaku pendanping marah – marah saat permintaannya tidak dipenuhi” Terang Kades pada wartawan, Jumat (8/2/2018).

“Sebelumnya Hendrik memberi Rini uang sebesar Rp 800 ribu, kedua Rp 650 ribu dan yang ketiga Rp 350 ribu, Rini mengatakan pada Hendrik kalau itu kurang, lalu Rini memindahkan para KPM ke agen lain, ada yang ke Desa Tunjungrejo dan ke Desa Kebonsari, begitu keterangan Hendrik pada saya” Imbuh Kades.

Pihakya juga mengaku sudah klarifikasi Rini, alasan Rini karena Hendrik dalam memberikan pelayanan tidak maksimal dan sering bentak KPM, Saat ditanya terkait uang tersebut Rini mengatakan.

Advertisement

“Kalau dikasih 300 ribu ya kurang saya pak inggi, karena anggota saya 4 orang” Jelas Kades menirukan bahasa Rini, Kades berharap program BPNT ini sesuai dengan peruntukannya dan jangan sampai ada masalah di dalamnya.

“Terus terang mulai awal saya tidak tahu terkait program ini, siapa penerimanya, siapa kelompoknya, bagaimana caranya bahkan saya selaku Kepala Desa tidak pernah dipamiti oleh PKH terkait kegiatan tersebut, saya juga pernah minta data pada PKH terkait siapa saja warga saya yang menerima bantuan ini namun pada kenyataannya sampai sekarang saya tidak tahu” Kata Kades.

Baca : Pendamping PKH Yosowilangun Diduga ‘Nakal’

Hal yang sama disampaikan, Ishak selaku Kaur Kesra Desa Yosowilangun Kidul, bahwa dirinya juga pernah meminta data penerima bantuan tersebut namun tidak pernah dikasih tahu secara pasti.

Advertisement

“Saya pernah minta data tersebut pada Rini namun tidak dikasih tahu semuanya, siapa saja penerimanya, Saya juga sudah mendengar masalah ini dan bahkan ada kartu yang dicabut oleh Rini dengan alasan si pemilik kartu KPM 3 kali tidak mengikuti arisan yang di bentuknya,” jelentreh Ishak.(adi/yan)

 

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas