Surabaya
Polda Jatim Ungkap Prostitusi Gay dan Informasi Hoax via Medsos, Pesohor Jadi ‘Konsumen’

Daniel menjelaskan, pelaku menyampaikan berita bohong ini melalui media sosial Facebook, dengan mengunggah sebuah foto yang mengambarkan pihak Polri seolah mendukung salah satu paslon di pilpres 2019.
Dengan konten bertulisakan isinya tidak menunjukkan kejadian yang sebenarnya, bahkan tidak benar sama sekali. “Setelah diklarifikasi oleh Humas Polda Jatim, seperti yang kita lihat semua, bahwa ternyata berita tersebut bohong atau hoax. Dari peristiwa tersebut kami membuat kelengkapan pada penyelidikan dan kami juga melakukan upaya penyelidikan dari elektronik maupun informasi dari sumber yang kami terima” tuturnya.
Peristiwa ini terjadi pada 2017 silam, pelaku mengaku pengunggahan foto-foto tersebut didapat dari grup-grup yang ada di Facebook. Kemudian dimodifikasi atau diedit seolah foto tersebut menggambarkan Polri mendukung salah satu capres dan cawapres no urut 2.
Walaupun pelaku mengaku mendapatkan foto-foto itu dari grup Facebook. Tetapi pihak kepolisan akan tetap menyelidiki lebih lanjut, guna melakukan penelusuran terkait pelaku bekerja sendiri ataupun berafiliasi dengan tersangka lainnya.
“Kami melakukan penangkapan di wilayah Jawa Tengah pada Minggu malam. Dalam waktu kurang lebih 24 jam kami dapat pengungkapan terhadap peristiwa ini dan akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Daniel.
Sementara itu, pelaku Wisnu mencoba mengungkapkan alasan kenapa dirinya melakukan hal ini. Ia berfikir hal tersebut meyakinkan dan dapet konten share yang cukup banyak, ”Tujuannya, saya pikir itu meyakinkan kok banyak yang share, terus saya teruskan dan saya copas (copy paste) ke teman-teman yang ada di FB saya,” ucapnya, disela pengungkapan kasus di Humas Polda Jatim. (sur/ano/yan)
















