Kabar Desa

Bupati Trenggalek Kirim Doa untuk Delapan Nelayan Hilang di Pantai Gayasan Blitar

Diterbitkan

-

BERDUKA: Bupati Trenggalek saat mendatangi rumah salah satu keluarga korban nelayan hilang di Pantai Gayasan Blitar, untuk kirim doa. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersilaturahmi dan menyampaikan duka sekaligus doa bersama ke salah satu keluarga korban nelayan hilang di Pantai Gayasan Kabupaten Blitar, beberapa waktu lalu. Doa bersama itu, dilakukan di kediaman Ali Rahmat warga Dusun Ketawang, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Seperti diketahui, upaya pencarian delapan ABK KM Mandala yang hilang pada 7 September 2023 lalu, itu dihentikan setelah sebelum nya diperpanjang selama dua hari. Sejumlah korban, tersapu ombak di Pantai Gayasan, Kabupaten Blitar.

Setelah resmi dihentikan, Bupati Arifin bersama jajaran kirim doa untuk delapan nelayan hilang agar segera ditemukan. “Setelah semua daya dan upaya secara fisik dilakukan untuk melakukan pencarian korban, tapi manusia punya batas kemampuan. Kita bisa berencana, tetapi terkadang rencana Allah itu lebih baik,” ucap Bupati Arifin, Rabu (20/09/2023) siang.

Bercerita pengalaman hidup, di saat usianya yang masih 16 tahun, Mas Ipin-sapaan akrabnya, juga harus kehilangan sosok bapak yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sebagai anak pertama dengan adik yang masih kecil-kecil, tentunya ini merupakan sebuah pukulan berat baginya.

Advertisement

Namun, dirinya mengambil hikmah dari rencana Tuhan itu. Kejadian ini mendewasakan dirinya hingga seperti sekarang. “Mungkin kalau bapak saya masih ada, saya sekarang mungkin masih tergantung sama beliau. Mengambil hikmah dari peristiwa itu, ternyata Allah punya rencana yang baik terhadap setiap peristiwa yang kita alami,” tuturnya.

Sebelumnya, tim gabungan dari Basarnas TNI-POLRI dibantu nelayan lainnya, telah melaksanakan upaya pencarian selama tujuh hari dan sempat diperpanjang 2 hari mengakomodir permintaan Kepala Desa Tasikmadu atas harapan keluarga korban. Pencarian sendiri, dilakukan di perairan sekitar kejadian maupun menyisir bibir pantai serta tempat-tempat yang dimungkinkan korban laka laut ini diketemukan.

Baca juga :

Dalam pencarian itu sendiri, memang terkendala dengan cuaca yang sering berkabut dan di beberapa spot mengalami hujan yang cukup deras. Saat kejadian, sebuah kapal jenis Purse Seine atau lebih di kenal dengan sebutan Slerek, mengalami kecelakaan di Blitar. Kapal ini sendiri ditumpangi 23 ABK. 15 orang selamat, sedangkan 8 nelayan lainya hingga kini masih belum di temukan.

Advertisement

Berkaca dari kejadian Laka laut, suami Novita Hardiny ini mengingatkan kepada para nelayan, saat mereka melaut ada keluarga di rumah yang menunggu dan menantikan kembalinya mereka ke rumah. “Untuk itu, tolong yang pertama bekali diri kita dengan keamanan yang cukup sebelum melaut dan pakailah pelampung. Kepada Kepala Dinas Perikanan, tolong tambah keamanan bagi nelayan. Sedangkan kepada pemilik kapal yang mampu menolong, berikan keamanan secara mandiri, toh yang kita lindungi ini juga keluarga kita,” pinta Mas Ipin.

Selain pelindung diri (pelampung), dirinya juga menyinggung kepesertaan asuransi terhadap nelayan. Karena selama dua bulan terakhir, sudah ada tiga kejadian Laka laut yang membuat meninggal nelayan di Trenggalek.

“Harapannya, ini menjadi pelajaran kepada semua nelayan agar membekali diri dan keluarga dengan perlindungan yang cukup,” paparnya.

Adapun delapan nelayan yang belum diketemukan itu, diantaranya Asrofi warga Desa Karanggandu RT 15 RW 05, Dio warga Desa Tasikmadu RT 12 RW 02, Juki warga Desa Tasikmadu RT 12 RW 02, Tris warga Desa Tasikmadu RT 06 RW 01, Ali Rahmat warga Dusun Ketawang, Desa Tasikmadu RT 012 RW 002, Manto (Supriyanto) warga Desa Karanggandu RT. 08 RW 03, Didik Irwanto warga Desa Karanggandu RT 03 RW 01 dan Imam Sahroni warga Desa Karanggandu RT 10 RW 03. Kesemuanya merupakan nelayan asal Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. (mil/sit)

Advertisement
Advertisement
Lewat ke baris perkakas