Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Sompil, Makanan yang Wajib Dicicipi saat Berkunjung ke Trenggalek

Diterbitkan

||

Sompil, Makanan yang Wajib Dicicipi saat Berkunjung ke Trenggalek
MAKANAN: Sompil khas Mak Tun yang banyak diburu pembeli di Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Siapa yang tidak kenal dengan Sompil. Makanan khas asal Jawa Timur, yang terkenal dengan isian lontong juga sayur lodeh.

Makanan ini pula, jika datang ke Kabupaten Trenggalek, tak lengkap rasanya kalau tak mencicipi makanan khas tersebut. Selain memiliki cita rasa yang khas dengan gurih, pedas dan creamy dari kuah santan, sompil yang ada di warung Mak Tun di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, ini juga cukup ramah dikantong.

“Untuk pembuatan lontongnya sendiri harus memakai daun pisang ya, tidak memakai plastik. Dikarenakan, daun pisang bisa memberi cita rasa yang khas. Bahkan, memasaknya juga masih di dalam tungku (pawonan, red) yang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya,” ungkap Mak Tun, saat ditemui di warungnya, Selasa (07/06/2022) pagi.

Metode itu, diterapkan sejak awal dirinya membuka usaha. Hal itu,dirasa sangat berpengaruh terhadap hasil atau rasa sompil nantinya. Berbeda dengan memasaknya menggunakan kompor gas. “Rasanya akan jauh berbeda, lebih nikmat jika dimasak tradisional,” imbuhnya.

Proses pembuatan lontong ini, pertama-tama beras dicuci sampai bersih kemudian ditiriskan. Selanjutnya beras yang sudah bersih dimasukkan kedalam cetakan berbentuk lonjong yang terbuat dari daun pisang.

Isiannya pun juga tidak terlalu penuh, karena nantinya beras akan mengembang. Jadi, hanya diisi sebagian saja.

Baca juga :

Setelah selesai dimasukkan ke dalam cetakan daun pisang, baru bisa dimasak didalam panci berukuran besar dengan air didalamnya sampai matang atau menjadi lontong. “Kalau untuk sayur lodehnya macam-macam. Kadang tewel (nangka muda, red) sama kacang panjang, atau rebung (bambu muda, red). Yang sering, ketiga jenis itu untuk saur lodehnya,” kata Mak Tun.

Tidak perlu khawatir, penyajian sompil ini juga sudah lengkap dengan lauknya. Yang tersedia di warung Mak Tun, ini adalah tempe, tahu, bakwan sayur, rempeyek, kerupuk dan telor asin.

Disinggung berapa lama dirinya menekuni pekerjaannya, Mak Tun mengaku sudah menjalani pekerjaan itu, yakni ejak tahun 2000an. Tidak heran, jika banyak pelanggan setia yang selalu datang ke warungnya untuk menikmati sajian kuliner khas Trenggalek yakni sompil.

Tidak sedikit pula, pembeli dari luar kota seperti Tulungagung, Blitar dan Ponorogo, yang mampir ke warungnya. “Untuk seporsi sompil, harganya Rp 4 ribu. Tergantung pembeli mau lauknya dobel atau tidak. Bisa dimakan ditempat atau dibawa pulang,” paparnya.

Warung Sompil Mak Tun, ini buka setiap hari mulai dari jam 16.00 sampai malam. Selain menyediakan sompil, di warung ini juga menyediakan aneka minuman panas maupun dingin.

Satu porsi sompil dengan sayur dengan lauk yang masih hangat ini tentu bisa memanjakan lidah para pecinta kuliner. Makanan inipun seolah tak tergerus zaman karena di Trenggalek sendiri masih banyak di jumpai, salah satunya di pasar tradisional saat pagi hari.

Meski demikian, jika ingin menikmati sajian ini namun kehabisan. Anda bisa datang ke warung-warung yang terbilang cukup banyak di Trenggalek yang menyediakan sompil dengan treatment atau pelayanannya masing-masing. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.