Connect with us

Politik

Langkah Besar Fauzi Menata Kota

Diterbitkan

||

Kantor Bupati/Pemda Sumenep yang sudah disulap mirip mall.
Kantor Bupati/Pemda Sumenep yang sudah disulap mirip mall.

Desain Kota Metropolitan Tawarkan Smart City

Memontum Sumenep – Era pemerintahan Busyro – Fauzi selama 5 tahun terakhir menunjukkan trend positif dan membanggakan masyarakat Sumenep. Hal itu memicu ekpekstasi publik yang tinggi terhadap 2 pemimpin dengan jargon Super Mantap itu. Wajar jika kemudian banyak orang berharap Fauzi dapat melanjutkan dan memimpin Sumenep sebagai bupati di masa depan.

Pengamat politik Urip Prayitno mengatakan Sumenep kedepan akan menjadi kota seksi. Kota yang sengaja didesain menuju kota metropolitan. Wajah Sumenep berhasil disulap secara perlahan menjadi Smart City (Kota Pintar). Itulah keberanian dari langkah Fauzi saat menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep mendampingi A Busyro Karim. Berani mengambil sikap dan keputusan yang gemilang untuk ngegas menuju perubahan dengan langkah yang terencana dan terukur.

“Boleh dibilang, Pak Fauzi cerminan tokoh milenial dalam mengakselerasikan gagasan milenial dan tawaran konsep kebijakan yang implementatif. Ini jelas sosoknya akan digandrungi utamanya kalangan muda milenial. Smart City akan membuat kota kecil ini menuju peradaban yang spektakuler,” ujar pengamat muda yang keluar masuk Senayan ini.

Tenaga ahli DPR RI ini mengatakan Pemkab Sumenep ditetapkan oleh Kementerian Kominfo RI masuk sebagai 50 Kabupaten/kota pertama di Indonesia yang melaksanakan smart city. Saat ini, sudah ada 100 kabupaten/kota yang melaksanakan smart city. Ini luar biasa, bahwa Sumenep sudah menyiapkan lebih cepat menyongsong revolusi industry 4.0.

CABUP SUMENEP : Ahmad Fauji

Bukti keseriusan Pemkab Sumenep dalam mendesain smart city. Diantaranya sirkulasi keuangan pemerintah atau APBD menerapkan SIMRAL (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Penganggaran dan Pelaporan). Sehingga selain lebih praktis, penerapan SIMRAL akan menekan terjadi kebocoran dana pemerintah. Tingkat korupsi bisa ditekan karena semua sudah terkoneksi dengan sistem yang sudah terintegrasi. Termasuk pendapatan yang masuk Kas daerah atau pun belanja pemerintah, semua terintegrasi secara sistemik.

Jadi, kata mantan aktivis HMI ini, semua informasi publik bisa diakses dengan cepat dan mudah melalui jaringan internet. Karena semua sudah terintegrasi melalui jaringan fiber optic hingga ke kecamatan dan pelosok desa. Bahkan kedepan direncanakan penerapan laporan keuangan desa juga menggunakan Siskeudes (Sustem Keuangan Desa) yang terintegrasi secara sistemik dengan jaringan internet.

Tidak hanya itu, langkah Fauzi juga terbilang berani karena membuka akses baru berupa pelebaran jalan di lingkar selatan. Efeknya dari jalan yang super lebar itu membuat pembangunan kota bergeser ke daerah lingkar selatan yakni sekitar Kecamatan Batuan. Terbukti, banyak perumahan berdiri menjamur yang diikuti merebaknya pertokoan, café dan resto (restoran). “Inilah geliat baru ekonomi Sumenep,” kata Urip yang sering kongkow di Senayan, Jakarta.

Ditambahkannya, pembukaan lahan baru untuk jalan lingkar utara akan menambah cepatnya pertumbuhan ekonomi. Dulu daerah Desa Kebunan, Lalangon dan Tenonan banyak lahan mati karena masuk areal bukit. Namun sejak dibuka jalan lingkar utara, direncanakan 1000 perumahan akan berdiri di lahan mati itu. Termasuk kantor pemerintah yang mulai terpusat dengan konsep manjemen perkantoran yang disulap mirip mal atau arsitekturnya menyerupai supermarket.

Hal itu diakui oleh warga Kecamatan Saronggi, Bambang. Ia mengaku salut dengan ketokohan Fauzi selama menjadi Wakil Bupati Sumenep. “Kota kita punya wajah baru, berwajah smart city. Semua akses pelayanan akan mudah dan cepat. Termasuk akses informasi bisa kita dapatkan secara cepat dan praktis, kata Bambang,” tokoh pemuda Kecamatan Saronggi ini.

Informasi dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumenep terdapat 6 smart city yang akan dijalankan diantaranya smart government, smart living, smart branding, smart ekonomi, smart society dan smart environment. Keenam smart inilah yang menyokong keberlangsungan smart city. (edo/syn)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

BHS – Taufiq Siap Mempercepat Seluruh Jenis Perizinan UMKM dan IKM

Diterbitkan

||

DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono berdialog dengan produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang selama ini mengurus perizinan tak kunjung selesai, Kamis (22/10/2020) - BHS - Taufiq Siap Mempercepat Seluruh Jenis Perizinan UMKM dan IKM
DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono berdialog dengan produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang selama ini mengurus perizinan tak kunjung selesai, Kamis (22/10/2020).

Memontum Sidoarjo – Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS – Taufiq) terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) cukup serius. Bahkan Paslon yang diusung 5 partai dengan jumlah 18 kursi di DPRD Sidoarjo ini, dalam 100 hari kerjanya bakal siap menyelesaikan sejumlah kendala perizinan yang selama ini dikeluhkan pemilik UMKM dan IKM di Sidoarjo.

“Saya mengapresiasi usaha produksi (pentol) ini. Karena bisa membuka lapangan pekerjaan cukup banyak. Ada sekitar 30 karyawan yang bekerja. Bagi saya ini perusahaan yang profesional. Ini sudah patut mendapatkan berbagai bentuk dan jenis perizinan,” ujar Cabup Sidoarjo, BHS saat mengunjungi produsen pentol Mbak Ira di Dusun Tundungan, Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (22/10/2020).

Namun sayangnya, kata BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini, pabrik pentol Mbak Ira itu perizinannya yang sudah diajukan agak mengalami kesulitan. Bahkan usaha yang berjalan sekitar 15 tahun terakhir ini, belum ada perizinan yang bisa diselesaikan meski sudah diajukan ke Pemkab Sidoarjo dan sejumlah lembaga lainnya. “Ini pasti akan menjadi perhatian saya bila saya jadi bupati. Saya akan mempercepat semua proses perizinan untuk UMKM dan IKM di Sidoarjo. Mulai perizinan PIRT, BPOM, sertifikasi halal dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI),” imbuhnya.

Caranya kata Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, dengan berinisiatif mengirim Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sidoarjo yang terbaik untuk belajar sertifikasi perizinan BPOM, halal, PIRT dan bisa mengantongi SNI secara lokal (internal). Bahkan pengurusan perizinan dan sertifikasi itu, bakal diselesaikan dalam pelayanan satu atap agar prosesnya bisa lebih cepat.

“Nanti Pemkab Sidoarjo bakal mengeluarkan sertifiaksi internal untuk BPOM, Depkes, halal dan SNI itu dalam pelayanan satu atap. Bahkan seluruh perizinan untuk UMKM dan IKM di seluruh Sidoarjo dipercepat. Agar UMKM dan IKM menjalankan usahanya sudah sah demi hukum. Mereka juga bisa mengoperasionalkan usahanya lebih baik,” tegasnya.

Selama ini, seperti produsen pentol (Bakso) ini tidak ada kendala. Bahkan tak ada keluham warga yang sakit usai mengkonsumsi pentol ini. Bagi BHS sudah selayaknya usaha Pentol Mbak Ira itu lolos seleksi kesehatan (Depkes) dan selayaknya BPOM sudah dikeluarkan. Apalagi, sudah teruji berproduksi selama 15 tahun belum selesai perizinannya. Baik izin PIRT dan lainnya.

“100 hari kerja saya, semua perizinan UMKM dan IKM harus selesai. Itu harus direalisasikan. Karena UMKM pejuang ekonomi kerakyatan dengan sumbangan penghasilan 60 persen. Lebih besar dari pabrikan. Sekaligus menyerap tenaga kerja 90 persen lebih. Kami juga akan mengajak agar UMKM dan IKM di Sidoarjo tak kesulitan modal dengan bekerjasama dengan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kami juga siap membantu memasarkan produk UMKM dan IKM Sidoarjo,” jelasnya.

Sementara pemilik pabrik Pentol Mbak Ira, Imam Nur Hadi mengaku sudah mengajukan berbagai perizinan ke Pemkab Sidoarjo termasuk melalui sistem OSS. Tapi belum juga selesai.  “Kami minta pendampingan di dinas juga katanya belum diajari sistem OSS hingga perizinan saya masih proses sampai sekarang. Padahal, kami sudah mempekerjakan 30 karyawan dengan produksi 500 kilogram pentol per hari. Pemasarannya ke PKL dan warung binaan serta ke Mojokerto, Gresik Lamongan, Jombang dan Kediri,” ungkapnya.

Produsen pentol bakso lainnya, Isa Ansori usahanya terhambat perizinan BPOM. Menurutnya jika izin BPOM selesai akan mendongkrak pemasaran dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

“Kalau Pak BHS memimpin Sidoarjo dan berhasil mengeluarkan izin BPOM bagi UMKM dan IKM pentol di Sidoarjo kami akan sangat salut dan mengacungi dua jempol. Karena selama ini bantuan modal saja kami belum pernah mendapatkannya,” tandasnya. (wan/syn)

Lanjutkan Membaca

Politik

Kader Senior dan Aktivis ProMeg Siap Menangkan Eri- Armudji

Diterbitkan

||

DEKLARASI - Sejumlah kader senior PDI Perjuangan dan aktivis Promeg menggelar deklarasi pemenangan pasangan Eri Cahyadi - Armuji
DEKLARASI: Sejumlah kader senior PDI Perjuangan dan aktivis Promeg menggelar deklarasi pemenangan pasangan Eri Cahyadi - Armuji.

Bentuk Posko “Banteng Lawas”

(lebih…)

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler