Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Pemkab Malang Menuju Top 40 Inovasi Pelayanan Publik

  • Kamis, 30 Agustus 2018 | 14:29
  • / 18 Djulhijjah 1439
Pemkab Malang Menuju Top 40 Inovasi Pelayanan Publik
Bupati Malang Dr.H.RendraKresna Dalam Acara Dialok Bersama Tim Panel Independent(ist)

Memontum Malang—–Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Contra War (Contraceptive For Women At Risk)kini Kabupaten Malang masuk dalam Top 99 inovasi pelayanan publik 2018 versi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan-RB).

“Dari 2.800 proposal, kami hanya memilih Top 99, dan sekarang kita menuju Top 40 inovasi pelayanan publik. Kami berkunjung ke beberapa daerah untuk meninjau lapangan tentang fakta sekaligus penerapan Contra War di Kabupaten Malang,” ujar anggota tim Panel Independen Kemenpan-RB, Nur Jaman Muhtar, Rabu (29/8/2018) kemaren.

Tambah Muhtar, tujuan diadakannya penilaian inovasi pelayanan publik itu semata-mata agar akselerasi pelayanan publik yang ada di Indonesia bisa berjalan cepat dan efisien. Selain itu juga sebagai pemacu lembaga pemerintah agar berlomba menciptakan inovasi bagi pelayanan publik.

“Tujuan untuk mengakselerasikan percepatan pelayanan publik di Indonesia,” terangnya. Sementara, Bupati Malang,Dr.H. Rendra Kresna mengatakan bahwa percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui inovasi program Contra War sangat efektif. “Lebih dari 70 persen kematian ibu diakibatkan karena tidak tahunya penyakit yang dideritanya sebelum hamil, sehingga bisa mempengaruhi terhadap bayi yang dikandungnya. Dengan Contra War ini betul-betul dihindarkan, artinya ibu yang hamil sudah kita pastikan kondisinya stabil hingga nanti saat melahirkan bisa selamat,” ucap Rendra.

Juga dijelaskan, program Contra War tidak akan berjalan jika tidak ada sinergi dengan perangkat daerah yang lain, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang mempunyai program Sutera Emas. “Kita bersyukur Sutera Emas ini sudah diimplementasi oleh Kementerian Kesehatan, sehingga kalau ada daerah lain yang ingin menerapkan bisa dikolaborasikan juga dengan Contra War,” pungkas Rendra.(sur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional